Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Potensi Ekonomi Digital ASEAN Dorong Pertumbuhan RI hingga Rp10,8 Puluhan Triliun

Indonesia berpotensi meraih nilai ekonomi hingga Rp10,8 ribu triliun dari ekonomi digital ASEAN hingga 2030, seiring rencana penandatanganan kerangka kerja sama digital kawasan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 23.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Potensi Ekonomi Digital ASEAN Dorong Pertumbuhan RI hingga Rp10,8 Puluhan Triliun📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah memperkirakan Indonesia dapat menyerap nilai ekonomi hingga US$600 miliar—setara Rp10,8 ribu triliun—dari pertumbuhan ekonomi digital di kawasan ASEAN hingga tahun 2030. Angka ini muncul seiring dengan rencana penandatanganan Kerangka Kerja Sama Ekonomi Digital ASEAN (ASEAN Digital Economic Framework Agreement/DEFA) yang akan dilaksanakan pada November mendatang di Manila, Filipina. Perkembangan ini dinilai akan mendorong peningkatan permintaan sektor digital secara signifikan di seluruh kawasan.

Dengan kontribusi sekitar 40 persen terhadap total perekonomian ASEAN, Indonesia diharapkan menjadi penerima manfaat utama dari ekspansi ekonomi digital kawasan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa jika DEFA resmi ditandatangani, permintaan pasar digital di kawasan diperkirakan melonjak dari US$1 triliun menjadi US$2 triliun. Potensi ini menjadi fondasi strategis bagi transformasi ekonomi nasional menuju model yang lebih berkelanjutan dan berbasis teknologi.

Di tengah pertumbuhan ini, kebutuhan akan infrastruktur pendukung seperti pusat data (data center) mengalami lonjakan. Menteri menyebut industri data center akan menjadi momentum penting dalam lima tahun ke depan, dengan berbagai negara di kawasan tengah bersaing memperluas kapasitasnya. Peningkatan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi secara luas diperkirakan akan mendorong permintaan data yang semakin tinggi, sehingga mendorong ekspansi fasilitas penyimpanan dan pemrosesan data.

Pengembangan kawasan digital park telah menunjukkan tanda-tanda keberhasilan, terutama di wilayah Karawang dan Bekasi, yang kini sedang dalam proses ekspansi. Fase pertama kawasan tersebut telah terjual habis, menunjukkan antusiasme tinggi dari pelaku industri. Upaya ini tidak hanya memperkuat ekosistem digital, tetapi juga menciptakan peluang investasi dan lapangan kerja baru di sektor teknologi.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital, kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci utama. Pemerintah terus memperkuat kapasitas SDM melalui program pelatihan, termasuk kolaborasi dengan perusahaan teknologi asal Inggris, ARM, dalam pengembangan kompetensi di bidang semikonduktor. Dengan demikian, ketersediaan tenaga ahli yang kompeten akan mampu mendukung transformasi ekonomi hijau dan digital secara bersamaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya