RI Siap Hentikan Impor Bensin Lewat Bioetanol E50
Pemerintah kaji penerapan bahan bakar bioetanol E50 untuk menghentikan impor bensin, berbasis produksi dalam negeri dari tebu, singkong, dan jagung.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 12.13 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah mengevaluasi potensi penerapan bahan bakar fosil alternatif berbahan dasar etanol dengan kandungan 50 persen (E50) sebagai langkah strategis mengakhiri ketergantungan terhadap impor bensin. Keputusan ini dibahas dalam Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional sebagai respons atas ketidakpastian pasokan energi global. Tujuan utamanya adalah memperkuat ketahanan energi nasional dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal secara optimal.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan bahwa pencapaian target bebas impor bensin sangat bergantung pada keberhasilan program E50. Ia menekankan bahwa bahan baku etanol dapat diperoleh dari komoditas domestik seperti tebu, singkong, dan jagung. Dengan demikian, program ini tidak hanya menyangkut ketahanan energi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan dan menyerap tenaga kerja lokal.
Kajian penerapan E50 mengacu pada praktik sukses di negara seperti Brasil dan sejumlah wilayah di Amerika Serikat yang telah menerapkan bioetanol 100 persen (E100). Indonesia juga telah menunjukkan kemampuan dalam mengembangkan biodiesel B50 dari minyak kelapa sawit, yang menjadi fondasi bagi pengembangan program serupa. Pemanfaatan etanol dari tanaman pangan lokal diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan di daerah.
Pemerintah kini menyusun roadmap bertahap untuk implementasi bioetanol, dengan rencana mulai dari E10 pada 2027 dan berlanjut ke E20 pada 2028. Proses ini akan dikawal secara ketat oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan pasokan etanol dalam negeri. Kunci keberhasilan, menurut Menteri, adalah keterlibatan penuh industri dalam negeri tanpa mengandalkan impor etanol dari luar.
Tujuan akhirnya adalah menciptakan sistem energi yang mandiri, berkelanjutan, dan berbasis sumber daya lokal. Dengan memastikan seluruh etanol yang digunakan berasal dari produksi dalam negeri, Indonesia berharap dapat meminimalisasi ketergantungan pada pasar global dan memperkuat kedaulatan energi nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Konektivitas Digital Jadi Fondasi Ekonomi Berdaulat
Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 menekankan pentingnya infrastruktur digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan inklusif di seluruh wilayah Indonesia.
28 September 2026

UMK Binaan Pertamina Siap Ekspor Lewat Pelatihan Bisnis Intensif
Puluhan pelaku UMK binaan Pertamina mengikuti pelatihan profesional untuk memperkuat daya saing dalam ajang temu bisnis global Oktober 2026.
28 September 2026

Alokasi Anggaran Pencegahan Stunting di Daerah Menurun Drastis
Penurunan anggaran intervensi gizi di APBD daerah mencapai Rp20,2 triliun pada 2026, menunjukkan tekanan fiskal dan tantangan implementasi program.
28 September 2026

Anggaran Intervensi Gizi Turun, Fokus Logistik Dominan
Penurunan anggaran intervensi gizi di APBD daerah berdampak pada penurunan realisasi belanja spesifik, dengan logistik menjadi porsi terbesar pada 2026.
28 September 2026
Berita Lainnya

Rifqi Mahesa Sabet Medali Emas di Arung Palakka Champion Bone 2026
Senin, 28 September 2026, 12.42 WITA

Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sulawesi Tenggara
Senin, 28 September 2026, 12.18 WITA

Potensi Hujan Lebat di 19 Wilayah, BMKG Imbau Waspada
Senin, 28 September 2026, 12.18 WITA

Peringatan Hari Bhakti Postel 2026 di Bandung Tegaskan Kebangkitan Kepemerintahan Digital Awal Kemerdekaan
Senin, 28 September 2026, 12.17 WITA

Konektivitas Digital Jadi Fondasi Indonesia Berdaulat
Senin, 28 September 2026, 12.16 WITA

Pergeseran Kurikulum di Kampus China Akibat Dominasi AI
Senin, 28 September 2026, 12.15 WITA

Konektivitas Digital sebagai Fondasi Kedaulatan Nasional
Senin, 28 September 2026, 12.15 WITA

PHK Meningkat, Penciptaan Kerja Tetap Dominan
Senin, 28 September 2026, 12.14 WITA

