Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Scaloni Tekankan Profesionalisme Hadapi Inggris di Semifinal

Pelatih Argentina Lionel Scaloni menegaskan laga lawan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 bukan tentang sejarah, melainkan kompetisi sepak bola yang harus dihadapi dengan profesionalisme.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 17.35 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 5x dibuka
Scaloni Tekankan Profesionalisme Hadapi Inggris di Semifinal📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Lionel Scaloni, pelatih tim nasional Argentina, menegaskan bahwa pertemuan dengan Inggris pada babak semifinal Piala Dunia 2026 tidak akan dipengaruhi oleh dinamika sejarah atau emosi historis antarkedua negara. Ia menekankan bahwa pertandingan di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, pada 16 Juli 2026, hanya merupakan bagian dari proses kompetisi yang harus dijalani dengan fokus penuh. Menurut Scaloni, lawan yang dihadapi adalah tim besar dengan pelatih berkualitas, yang patut dihargai secara profesional.

Kedua tim telah memastikan tempat di empat besar setelah masing-masing mengalahkan Swiss dan Norwegia. Argentina menang 3-1 atas Swiss melalui babak tambahan, sementara Inggris unggul 2-1 atas Norwegia. Meski memiliki rekam jejak emosional, termasuk pertemuan penting di Piala Dunia 1966 dan 1986, Scaloni memilih untuk tidak membawa narasi konflik politik ke dalam persiapan tim. Ia menilai bahwa fokus harus tertuju pada performa dan strategi, bukan pada peristiwa masa lalu.

Penyerang Argentina Jose Manuel Lopez mengakui bahwa laga ini memiliki bobot sejarah, tetapi menegaskan bahwa seluruh pemain siap menjalani pertandingan dengan sikap profesional. Ia menyatakan bahwa di luar lapangan, emosi memang ada, namun di dalam pertandingan, semua aturan harus dijalankan secara adil dan tanpa bias. Tim tetap berkomitmen untuk memberikan hasil terbaik hingga menit terakhir.

Scaloni juga mengakui tantangan yang dihadapi saat menghadapi Swiss, yang menurutnya memiliki permainan fisik yang sangat menekan. Ia menyebut bahwa Argentina sempat kesulitan, terutama setelah gol penyama kedudukan dari Dan Ndoye. Kemenangan akhir dicatat melalui dua gol, masing-masing dari Julian Alvarez dan Lautaro Martinez, setelah Swiss kehilangan satu pemain pada menit ke-72 karena kartu kuning kedua kepada Breel Embolo. Scaloni menyebut keberuntungan ikut berperan, namun menekankan pentingnya perbaikan di sisi taktik dan konsistensi.

Ia meminta Lionel Messi dan rekan-rekannya tetap waspada dan meningkatkan kualitas permainan saat menghadapi Inggris. Menurutnya, kemenangan atas Swiss bukan jaminan, melainkan pelajaran untuk menatap tantangan lebih besar. “Kami tidak bisa puas dengan hasil hari ini. Masih banyak yang harus diperbaiki, meski kemenangan selalu menjadi tujuan,” ujar Scaloni, menekankan bahwa persiapan untuk semifinal harus dilakukan secara realistis dan komprehensif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya