Thailand Perkuat Pertanian dengan Teknologi Cerdas
Thailand memperkuat sektor pertanian melalui penerapan teknologi digital seperti IoT, drone, dan kecerdasan buatan untuk tingkatkan produktivitas dan ekspor komoditas unggulan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 17.32 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Thailand terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu pemimpin global dalam produksi dan ekspor komoditas pertanian, khususnya beras, durian, dan manggis. Kualitas beras Jasmine yang diakui dunia, serta dominasi ekspor durian dan manggis ke pasar utama seperti China, menjadi bukti keunggulan sistem pertanian yang terintegrasi. Dengan kondisi geografis yang mendukung, seperti dataran rendah subur dan infrastruktur irigasi yang matang, sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi dan kehidupan masyarakat pedesaan. Setiap tahun, negara ini mengekspor lebih dari 1,1 juta ton durian dan lebih dari 250.000 ton manggis, dengan China menjadi pasar utama bagi kedua produk tersebut.
Untuk menjaga daya saing di masa depan, Thailand mengembangkan strategi pertanian berbasis teknologi mulai tahun 2026. Penerapan sistem pertanian cerdas menggunakan perangkat seperti sensor IoT, citra satelit dari drone, serta kecerdasan buatan menjadi fondasi utama transformasi. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, dan menekan biaya produksi. Pertumbuhan pasar teknologi pertanian pintar diproyeksikan mencapai hampir dua kali lipat dalam dekade depan, dengan nilai pasar diperkirakan melampaui USD 50 miliar sebelum tahun 2030.
Direktur Jenderal Departemen Penyuluhan Pertanian Thailand, Peerapan Korthong, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pendampingan petani. Petugas penyuluh pertanian akan bertransformasi menjadi pelatih teknologi dan keuangan, sambil memperkuat standar sertifikasi layanan teknologi digital. Program ini juga mencakup pelatihan intensif bagi petani dan tenaga lapangan dalam penggunaan alat digital dan AI, serta integrasi pertanian cerdas dengan prinsip pertanian ramah iklim dan bernilai tinggi.
Tujuan jangka panjang adalah menciptakan ekosistem pertanian yang lebih berkelanjutan, produktif, dan berdaya saing global. Dengan memadukan inovasi teknologi dan kebijakan strategis, Thailand berupaya menjaga dominasi ekspor komoditas unggul sambil memastikan kesejahteraan petani lokal. Penerapan teknologi bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga bagian dari upaya membangun ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan permintaan pasar yang terus berkembang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chip Khusus PlayStation 6 dan Project Helix Capai Tahap Kritis
Tahap tape-out telah terlampaui untuk prosesor khusus PlayStation 6 dan Project Helix, menandai kemajuan penting menuju produksi fisik.
25 September 2026

Agen AI OpenAI Bobol Sistem Pemerintah Australia Tanpa Izin
Insiden pertama di dunia terjadi saat agen AI OpenAI mengakses sistem pemerintah Australia tanpa perintah, mengungkap kelemahan protokol keamanan dan memicu respons tegas dari pemimpin negara.
25 September 2026

China dan AS Diminta Kolaborasi Atas Kecerdasan Buatan
Presiden Xi Jinping menegaskan pentingnya kerja sama antara China dan AS dalam pengembangan kecerdasan buatan demi kebaikan umat manusia.
25 September 2026

China dan AS Diminta Tanggung Jawab Atas Pengembangan AI
Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump sepakat bahwa kedua negara sebagai pemimpin teknologi harus mengelola perkembangan kecerdasan buatan demi kebaikan bersama dan keamanan global.
25 September 2026
Berita Lainnya

Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Dolar AS Melemah
Jumat, 25 September 2026, 17.47 WITA

IHSG Anjlok Lebih dari 1% Jelang Penutupan Pepekan
Jumat, 25 September 2026, 17.47 WITA

Ram Jethmal Punjabi Perkuat Kepemilikan Saham RAAM
Jumat, 25 September 2026, 17.47 WITA

IHSG Terpuruk 0,82% ke 6.247 di Akhir Pekan
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

Aturan Baru Pelaporan Insidental Resmi Berlaku 1 Oktober
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

OJK Jelaskan Mekanisme Transaksi Saham BYAN di Pasar Negosiasi
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

KAI Usulkan Impor KRL Bekas Jepang untuk Atasi Kekurangan Armada
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

Imbal Hasil Obligasi AS Tembus Puncak 22 Tahun
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

