Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Transformasi Digital untuk Kedaulatan Bangsa

Pemerintah tegaskan komitmen lanjutkan semangat perjuangan para pendahulu pos dan telekomunikasi melalui digitalisasi inklusif dan berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Transformasi Digital untuk Kedaulatan Bangsa📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi ke-81 di Bandung menjadi momen penting untuk mengenang awal mula perjuangan bangsa dalam menguasai infrastruktur komunikasi vital. Pada kesempatan itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital menyampaikan penghargaan kepada para pendahulu dan sesepuh sektor postal, yang telah membangun fondasi kuat bagi sistem komunikasi nasional. Ia menegaskan bahwa perjuangan mereka tetap menjadi inspirasi dalam menghadapi tantangan era digital saat ini.

Peristiwa 27 September 1945, ketika para pemuda merebut Kantor Pusat PTT dari pihak pendudukan Jepang, menjadi titik awal sejarah yang menunjukkan betapa pentingnya kontrol atas sarana komunikasi bagi kedaulatan negara. Kini, meski tidak lagi perlu merebut infrastruktur, tantangan berubah menjadi bagaimana membangun, menguasai, dan memanfaatkan teknologi digital secara mandiri dan berkelanjutan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Tema peringatan tahun ini, Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat, menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak diukur dari jumlah jaringan yang tersebar, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Pertanyaan kunci yang harus terus diajukan adalah apakah akses digital benar-benar meningkatkan kualitas pendidikan, membuka peluang pasar bagi UMKM, memperbaiki layanan publik, dan memperluas kesempatan bagi semua lapisan masyarakat.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, diperlukan tiga pilar utama: konektivitas yang merata dan berkualitas, peluang ekonomi dan inovasi yang terbuka lebar, serta ekosistem digital yang aman dan terpercaya. Dalam hal ini, peran seluruh elemen ekosistem postal dinilai krusial sebagai penjaga kehadiran teknologi di wilayah terpencil dan masyarakat yang belum terjangkau. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan pelaku lapangan menjadi kunci utama.

Angga menekankan bahwa kedaulatan digital bukan monopoli pemerintah, melainkan hasil kerja bersama. Pemerintah menyediakan arahan dan ekosistem, sektor swasta menyokong dengan investasi dan inovasi, sementara para pelaku postal berperan sebagai penyalur teknologi hingga ke tingkat terbawah. Semangat pengabdian yang sama dengan para pendahulu harus tetap hidup, meski bentuk perjuangannya berubah seiring zaman.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya