Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bentrokan Warga dan Polisi Usai Jenazah Pemuda Tewas Ditembak

Ratusan warga memicu keributan dengan aparat usai pengantaran jenazah pemuda yang tewas diduga akibat tembakan senjata api saat pengamanan tawuran, di Makassar, Minggu malam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 09.00 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Bentrokan Warga dan Polisi Usai Jenazah Pemuda Tewas Ditembak📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peristiwa bentrok antara warga dan petugas kepolisian terjadi di wilayah Tallo, Makassar, pada malam hari setelah jenazah seorang pemuda bernama Rafli dibawa dalam prosesi pengantar jenazah. Aksi tersebut berubah menjadi keributan saat sekelompok warga menyerang personel Sabhara Polrestabes yang bertugas mengamankan lokasi. Pelemparan batu, petasan, dan anak panah dilakukan secara massal terhadap aparat, menimbulkan ketegangan tinggi di lokasi.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menjelaskan bahwa korban tewas diduga akibat tembakan saat polisi melakukan pengamanan aksi tawuran antarkelompok sebelumnya. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut tidak terkait langsung dengan peristiwa penembakan, melainkan dipicu oleh isu yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, sebagian warga meyakini bahwa pihak lain dari wilayah berbeda bertanggung jawab atas kematian korban, meskipun belum terbukti secara faktual.

Dalam upaya meredakan ketegangan, polisi menambah jumlah personel dan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, RT/RW, camat, dan lurah untuk menyelesaikan akar masalah. Meskipun demikian, situasi sempat memburuk kembali saat massa kembali melakukan serangan. Polisi kemudian mengambil langkah tegas dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Tidak ada korban jiwa dalam bentrokan tersebut, dan semua bangunan di sekitar lokasi tetap utuh tanpa kerusakan.

Tiga anak yang diduga terlibat dalam pelemparan sempat diamankan, namun karena tidak ditemukan unsur pidana dan tidak ada laporan resmi, mereka dikembalikan kepada orang tua masing-masing. Proses pembubaran massa berhasil dilakukan sekitar pukul 23.30 WITA, setelah pasukan gabungan dari Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel melakukan penjagaan ketat. Hingga saat ini, situasi di lokasi dinyatakan aman dan terkendali, dengan petugas tetap berjaga untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya