Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Tetap Hadir di PBB Meski Jalur Penerbangan Diblokir AS

Delegasi Iran berhasil menyelesaikan kunjungan ke Sidang Majelis Umum PBB meski menghadapi pembatasan penerbangan internasional akibat sanksi AS, dengan memanfaatkan maskapai khusus pemerintah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 09.11 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Iran Tetap Hadir di PBB Meski Jalur Penerbangan Diblokir AS📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Delegasi Iran berhasil menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York tanpa terganggu oleh kebijakan pembatasan penerbangan yang diterapkan Amerika Serikat. Meskipun Menteri Keuangan AS Scott Bessent sempat menyoroti keterbatasan akses transportasi udara bagi Iran, perjalanan delegasi tetap berjalan lancar melalui jalur alternatif yang tidak terdampak sanksi. Kebijakan tersebut, yang disebut sebagai Operasi Economic Outcast, bertujuan menekan Iran secara ekonomi dengan memutus konektivitas penerbangan internasional.

Bessent menyatakan bahwa sekitar 80 hingga 90 persen penerbangan internasional dari Iran telah dihentikan akibat sanksi baru yang diberlakukan oleh pemerintah AS. Ia juga menekankan bahwa seluruh entitas asing yang tetap berinteraksi dengan Iran, termasuk lembaga keuangan dan perusahaan, berpotensi menjadi sasaran sanksi tambahan. Pernyataan itu disampaikan dengan tegas sebagai bentuk peringatan global terhadap kolaborasi dengan Teheran.

Namun, Iran menunjukkan strategi adaptif dengan memanfaatkan Ashianeh, sebuah maskapai penerbangan khusus yang tidak menjalankan penerbangan komersial terjadwal dan tidak termasuk dalam daftar sanksi Uni Eropa maupun AS. Maskapai ini berfungsi sebagai operator penerbangan VIP untuk pejabat tinggi negara, sehingga memungkinkan perjalanan resmi tanpa terkena pembatasan umum. Penerbangan delegasi tercatat melakukan penyetopan di Aljir untuk pengisian bahan bakar, menunjukkan bahwa infrastruktur logistik tetap dapat diakses meski sistem penerbangan umum terganggu.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi, kemungkinan besar pesawat yang digunakan untuk perjalanan ke New York juga digunakan untuk kepulangan delegasi pada hari Sabtu. Fakta ini membantah narasi bahwa sanksi AS secara total mengisolasi Iran dari kegiatan internasional, terutama dalam ranah diplomatik. Penggunaan Ashianeh sebagai alat transportasi utama menunjukkan bahwa upaya pemutusan konektivitas penerbangan tidak sepenuhnya efektif dalam konteks misi diplomatik tingkat tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya