Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kampung Korod Jaga Leuit, Tumbuhkan Ekonomi Berbasis Budaya

Kampung Korod di Bekasi konsisten pertahankan leuit dan tradisi agraris sebagai fondasi pengembangan wisata budaya dan ekonomi lokal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 23.08 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
Kampung Korod Jaga Leuit, Tumbuhkan Ekonomi Berbasis Budaya📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kampung Korod, terletak di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, menjadi contoh keberlanjutan budaya Sunda di tengah dinamika perkotaan. Dengan hanya beranggotakan sekitar 40 kepala keluarga, kampung ini tetap mempertahankan sistem pertanian tradisional sebagai mata pencaharian utama. Aktivitas menanam padi di lahan persawahan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga, yang juga menjaga nilai-nilai gotong royong dalam setiap proses bercocok tanam.

Yang membedakan Kampung Korod dari kawasan lain adalah keberadaan leuit, atau lumbung padi tradisional, yang masih berdiri kokoh dan menjadi simbol kehidupan agraris masyarakat Sunda. Bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil panen, tetapi juga sebagai penanda identitas budaya yang kini menjadi fokus dalam rencana penataan kawasan. Pemerintah daerah menyatakan bahwa leuit harus menjadi elemen utama dalam pengembangan destinasi wisata, bukan justru dihilangkan dalam proses modernisasi.

Warga kampung menunjukkan antusiasme tinggi terhadap rencana pengembangan wisata, termasuk gagasan pembuatan jalur pejalan kaki yang menghubungkan area persawahan dengan jembatan gantung hasil TMMD 2026. Jalur tersebut diusulkan sebagai destinasi wisata sekaligus tempat olahraga dan rekreasi, dengan konsep meniru model Lembur Pakuan. Dengan adanya jalur ini, warga berharap dapat memperluas akses pasar untuk produk lokal seperti dodol, kerupuk, dan rengginang, sehingga ekonomi kampung ikut tumbuh secara berkelanjutan.

Namun, tantangan masih menghadang. Ketersediaan air bersih menjadi persoalan krusial terutama saat musim kemarau, ketika sumur-sumur mengering dan aktivitas pertanian terganggu. Infrastruktur dasar lain seperti jalan dan akses transportasi juga masih memerlukan perbaikan. Meski begitu, upaya penataan tetap berjalan dengan prinsip mempertahankan jati diri kampung sebagai wilayah Sunda yang lestari, dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak fungsi pertanian dan kearifan lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya