PSI Soroti Inkonsistensi DPR Soal Pemilu Serentak
PSI menyoroti ketidakkonsistenan DPR dalam menyikapi wacana pemisahan pileg dan pilpres, menilai perubahan aturan setiap pemilu mencerminkan kebijakan yang belum matang.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 23.29 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 7x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, menanggapi isu pemisahan pemilihan legislatif dan presiden yang kembali muncul dalam pembahasan RUU Pemilu. Ia menekankan bahwa munculnya wacana ini menunjukkan ketidakselarasan dalam pendekatan lembaga pembentuk undang-undang, khususnya DPR RI, yang sebelumnya turut menyusun kerangka hukum pemilu serentak. Menurutnya, sikap yang berubah-ubah dalam penyelenggaraan pemilu mencerminkan kebijakan yang belum memiliki fondasi permanen.
Bestari menyoroti pola yang berulang: setiap kali menjelang pemilu, muncul kebutuhan untuk merevisi atau menyesuaikan peraturan. Ia mempertanyakan mengapa sistem yang telah berjalan selama bertahun-tahun harus terus diperbaiki secara mendadak, bukan dijadikan warisan kebijakan yang stabil. Ia menilai hal ini menunjukkan kurangnya komitmen jangka panjang dalam merancang sistem demokrasi yang berkelanjutan.
Wacana pemisahan pileg dan pilpres muncul setelah Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mengusulkan agar tiga jenis pemilu—pileg, pilpres, dan pilkada—diselenggarakan secara terpisah. Doli menyebut alasan utama adalah agar masyarakat tidak terpecah fokus oleh berbagai kampanye dalam satu periode, serta untuk menjaga legitimasi pilpres yang seharusnya didasarkan pada dinamika politik terkini, bukan hasil pemilu lima tahun sebelumnya.
Beberapa partai, termasuk PKS dan PDIP, menyatakan dukungan terhadap usulan tersebut, meski PDIP menekankan pentingnya memisahkan hasil pemilu legislatif dari proses penentuan calon presiden. Dukungan ini menunjukkan adanya ruang diskusi yang terbuka terhadap perubahan sistem, namun PSI tetap menekankan perlunya konsistensi dalam proses pembuatan kebijakan agar sistem pemilu tidak terus bergantung pada dinamika politik sesaat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Peringatan Hari Bhakti Postel 2026 Dibuka dengan Konferensi Global dan Aksi Sosial
Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 digelar dengan rangkaian kegiatan yang menggabungkan diskusi teknologi, donor darah, dan lomba e-sport untuk menarik generasi muda.
27 September 2026

Komisi I DPR Minta Evaluasi Komcad Pasca Kematian ASN
Komisi I DPR mendesak evaluasi menyeluruh terhadap program Latsarmil Komcad pasca kematian ASN Kemenekraf akibat heatstroke saat latihan.
27 September 2026

Menteri PU Sidak Langsung ke Sawah Kering Bekasi
Menteri Pekerjaan Umum melakukan sidak mendadak ke sawah di Bekasi yang mengalami kekeringan selama tujuh bulan, setelah mempertanyakan keakuratan laporan positif dari jajaran Sumber Daya Air.
27 September 2026

Koalisi Sipil Desak Hentikan Paksaan ASN Ikut Latihan Militer
Koalisi masyarakat sipil menyerukan penghentian kewajiban ASN mengikuti Latsarmil Komcad pasca-meninggalnya seorang pegawai saat latihan di Jakarta.
27 September 2026
Berita Lainnya

Tewas Diduga Tertembak Usai Tawuran, Jenazah Korban Diperiksa di RS Bhayangkara
Minggu, 27 September 2026, 23.23 WITA

Pria di Bandung Tewaskan Ibu Tiri dengan Setrum dan Pisau
Minggu, 27 September 2026, 23.22 WITA

Gontor Tidak Tegur Prabowo Lewat Al-Quran, Stafsus Menag Bantah Hoaks
Minggu, 27 September 2026, 23.21 WITA

Polisi Periksa Kepatuhan SOP Usai Warga Tewas Tertembak Saat Bubarkan Tawuran
Minggu, 27 September 2026, 23.21 WITA

Polisi Siagakan Personel Hadapi Antrean Panjang di Gilimanuk
Minggu, 27 September 2026, 23.20 WITA

Syahrini Hadirkan Kolaborasi Kejutan di Pestapora 2026
Minggu, 27 September 2026, 23.20 WITA

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 79,3 Persen Jelang Dua Tahun Pemerintahan
Minggu, 27 September 2026, 23.20 WITA

Herdman Akui Timnas Belum Tampilkan Skuad Terbaik Secara Penuh
Minggu, 27 September 2026, 23.19 WITA

