Tewas Diduga Tertembak Usai Tawuran, Jenazah Korban Diperiksa di RS Bhayangkara
Seorang pemuda 19 tahun tewas dengan luka tembak di punggung belakang usai tawuran antar kelompok di Makassar, sementara pos polisi dan motor Bhabinkamtibmas dibakar.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 23.23 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 8x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang pemuda berusia 19 tahun ditemukan tewas di lokasi tawuran antar kelompok di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan, dengan luka tembak yang diperkirakan berasal dari senjata api. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka tembak di bagian punggung belakang, yang kini menjadi fokus penyelidikan lebih lanjut. Keterangan medis menyebutkan bahwa luka tersebut memang sesuai dengan ciri tembakan, namun penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi di RS Bhayangkara Makassar.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, membenarkan kejadian tersebut dan mengungkapkan bahwa tawuran tidak hanya melibatkan warga, tetapi juga melibatkan serangan terhadap fasilitas keamanan. Salah satu lokasi yang diserang adalah posko Siaga Tripika di Jalan Kandea 3, Bontoala, yang diserbu dengan batu, panah, dan bom molotov. Satu personel kepolisian yang berada di dalam posko selamat dari serangan, meski mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
Selain serangan terhadap posko, satu unit sepeda motor milik Bhabinkamtibmas juga dibakar di lokasi kejadian. Kejadian ini menunjukkan eskalasi kekerasan yang melibatkan perangkat keamanan secara langsung. Kepolisian menegaskan bahwa kasus ini sedang dalam proses penyelidikan mendalam dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan sendiri, serta menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada aparat berwenang.
Arya menekankan pentingnya kepercayaan publik terhadap proses hukum yang berjalan secara profesional. Ia menegaskan bahwa hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan akan menjadi dasar utama dalam menentukan penyebab kematian korban serta menetapkan pelaku. Pihak kepolisian juga memperkuat pengamanan di sejumlah titik rawan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pria di Bandung Tewaskan Ibu Tiri dengan Setrum dan Pisau
Seorang pria berusia 32 tahun tega membunuh ibu tirinya di Bandung dengan alat setrum dan pisau dapur, diduga akibat dendam dan perebutan harta.
27 September 2026

Polisi Periksa Kepatuhan SOP Usai Warga Tewas Tertembak Saat Bubarkan Tawuran
Kepolisian Makassar menyelidiki tindakan anggota yang menembak saat membubarkan tawuran, menyusul tewasnya seorang pemuda akibat luka tembak di bagian punggung.
27 September 2026

Polisi Siagakan Personel Hadapi Antrean Panjang di Gilimanuk
Kepadatan kendaraan mencapai 3,5 kilometer akibat penutupan akses Pelabuhan Ketapang pasca aksi protes sopir truk, dengan pengamanan diperkuat oleh kepolisian.
27 September 2026

Memburu Pemangsa: Keadilan dalam Bayang-Bayang Teror
Film horor-kriminal berlatar investigasi jurnalistik ini menggabungkan ketegangan tinggi dengan pesan sosial mendalam, meski beberapa adegan klimaks kurang mengena.
27 September 2026
Berita Lainnya

PSI Soroti Inkonsistensi DPR Soal Pemilu Serentak
Minggu, 27 September 2026, 23.29 WITA

Peringatan Hari Bhakti Postel 2026 Dibuka dengan Konferensi Global dan Aksi Sosial
Minggu, 27 September 2026, 23.28 WITA

Komisi I DPR Minta Evaluasi Komcad Pasca Kematian ASN
Minggu, 27 September 2026, 23.23 WITA

Menteri PU Sidak Langsung ke Sawah Kering Bekasi
Minggu, 27 September 2026, 23.22 WITA

Koalisi Sipil Desak Hentikan Paksaan ASN Ikut Latihan Militer
Minggu, 27 September 2026, 23.22 WITA

Gontor Tidak Tegur Prabowo Lewat Al-Quran, Stafsus Menag Bantah Hoaks
Minggu, 27 September 2026, 23.21 WITA

Syahrini Hadirkan Kolaborasi Kejutan di Pestapora 2026
Minggu, 27 September 2026, 23.20 WITA

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 79,3 Persen Jelang Dua Tahun Pemerintahan
Minggu, 27 September 2026, 23.20 WITA

