Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pria di Bandung Tewaskan Ibu Tiri dengan Setrum dan Pisau

Seorang pria berusia 32 tahun tega membunuh ibu tirinya di Bandung dengan alat setrum dan pisau dapur, diduga akibat dendam dan perebutan harta.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 23.22 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
Pria di Bandung Tewaskan Ibu Tiri dengan Setrum dan Pisau📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peristiwa tragis terjadi di sebuah rumah di Jalan Pamitran, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, pada Minggu sore (27/9), saat seorang perempuan berusia 53 tahun ditemukan tewas dengan luka tusukan parah di tubuhnya. Korban, yang merupakan ibu tiri dari pelaku, diduga menjadi korban kekerasan berulang yang dimulai dengan serangan listrik menggunakan alat kejutan sebelum diserang dengan pisau dapur berkali-kali.

Menurut keterangan petugas kepolisian, kejadian berlangsung saat korban sedang duduk di ruang tamu, sementara suami korban—yang juga ayah kandung pelaku—berada di luar rumah. Pelaku, berusia 32 tahun, kemudian ditemukan duduk tenang di dalam rumah setelah melakukan aksi tersebut. Ketika tetangga mengetahui kejadian, mereka langsung melapor dan membawa korban ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami luka dalam di leher, perut, pelipis kanan, dan mata kanan. Jasad korban kini disimpan di Rumah Sakit Polri Sartika Asih Bandung untuk proses otopsi guna kepentingan penyidikan hukum. Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, polisi mengungkap dua motif utama: dendam karena dituduh tidak pernah diberi makan oleh korban, serta niat untuk menguasai rumah yang saat ini ditinggali.

Pelaku kini telah diamankan dan ditahan di Mapolsek Panyileukan. Penyidik masih melakukan pengumpulan bukti, termasuk olah TKP dan wawancara saksi, guna memperkuat kasus dan memastikan proses hukum berjalan secara utuh. Peristiwa ini menggambarkan kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada tragedi kematian, dengan motif yang berakar pada konflik personal dan ketegangan emosional yang memburuk.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya