Dari Tutup Panci ke Lapangan Profesional
Gloria Widjaja bercerita kisah awalnya menekuni bulu tangkis lewat permainan keluarga sederhana dengan tutup panci sebagai raket, yang menjadi fondasi perjalanannya menuju profesionalisme.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 15.42 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 6x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Perjalanan Gloria Emanuelle Widjaja di dunia bulu tangkis dimulai bukan dari arena resmi, melainkan dari aktivitas santai di depan rumah. Ketika masih berusia sekitar tujuh tahun, ia diperkenalkan olahraga ini oleh sang ayah, yang kemudian menjadikannya kebiasaan sore bersama keluarga. Tak ada peralatan mahal, hanya shuttlecock yang dibeli satuan dari warung, sementara raket digantikan dengan tutup panci lama berbentuk bulat dari besi. Bagian tengah tutup yang bisa dilepas menjadi pegangan alami bagi tangan Gloria saat memukul.
Cerita itu disampaikan secara langsung dalam sesi GenZone Talks di Universitas Tarumanagara, dalam acara iNews Campus Connect 2026. Gloria mengenang dengan hangat momen-momen bermain bersama orang tua dan kakaknya di sore hari, yang awalnya hanya sebagai hiburan. Namun, dari kebiasaan itu muncul kesadaran ayahnya akan bakat tersembunyi pada putrinya, yang kemudian memicu langkah serius dalam pengembangan kemampuan.
Ia mulai berlatih secara rutin di Bekasi, dua hingga tiga kali seminggu, dan secara bertahap terjun ke berbagai kompetisi, mulai dari tingkat antarklub hingga pertandingan tingkat RT dan RW. “Semua kelas pertandingan pernah aku ikuti, dari yang paling kecil sampai yang lebih besar,” ujar Gloria dengan nada santai namun penuh semangat. Ketekunannya membuahkan hasil ketika ia dipilih untuk bergabung dengan PB Djarum, meski sempat mengalami kendala dalam kesempatan bermain tunggal di Kudus.
Di PB Djarum, Gloria kemudian fokus pada nomor ganda, baik putri maupun campuran. Dari awal yang begitu sederhana—hanya bermain dengan tutup panci—kini ia telah tampil di kancah profesional. Kisahnya menjadi bukti bahwa kesuksesan besar bisa tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan konsistensi dan tekad.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Tetap di Peringkat 15 Klasemen Asian Games 2026
Indonesia belum meraih medali baru pada Rabu (30/9), menjaga posisi 15 dengan total 30 medali hingga pukul 14.00 WIB.
30 September 2026

Indonesia Siap Sumbang Emas Panjat Tebing Putri di Final Asian Games
Empat atlet panjat tebing Indonesia, termasuk dua perempuan, melaju ke final nomor speed putri Asian Games 2026, dengan harapan meraih medali emas malam ini.
30 September 2026

Argentina Tegaskan Era Baru dengan Romero Jadi Kapten
Argentina resmi menunjuk Cristian Romero sebagai kapten tim nasional menyusul pensiun Lionel Messi setelah final Piala Dunia 2026.
30 September 2026

Empat Atlet Panjat Tebing Indonesia Lolos ke Final Speed Asian Games 2026
Empat atlet panjat tebing Indonesia, termasuk dua perempuan, berhasil meraih tiket final nomor speed empat jalur dalam ajang Asian Games 2026.
30 September 2026
Berita Lainnya

Wajib Sertifikat Halal 18 Oktober 2026, Produk Berbahan Haram Wajib Tandai "Non Halal
Rabu, 30 September 2026, 17.45 WITA

Pemerintah Atur Penggunaan Anak Usaha Tambang untuk Dukung Ekonomi Lokal
Rabu, 30 September 2026, 17.45 WITA

OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun BASF Indonesia
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Astra Graphia Siap Bagi Dividen Rp297 per Saham
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.870/US$ di Akhir September
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Kebijakan Strategis
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Telkom Lanjutkan Transformasi dengan Pemisahan Infrastruktur
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Rupiah Pulih, Kurs Dolar Menurun dari Puncak Rp18.300
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

