Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dari Tutup Panci ke Lapangan Profesional

Gloria Widjaja bercerita kisah awalnya menekuni bulu tangkis lewat permainan keluarga sederhana dengan tutup panci sebagai raket, yang menjadi fondasi perjalanannya menuju profesionalisme.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 15.42 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 6x dibuka
Dari Tutup Panci ke Lapangan Profesional📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Perjalanan Gloria Emanuelle Widjaja di dunia bulu tangkis dimulai bukan dari arena resmi, melainkan dari aktivitas santai di depan rumah. Ketika masih berusia sekitar tujuh tahun, ia diperkenalkan olahraga ini oleh sang ayah, yang kemudian menjadikannya kebiasaan sore bersama keluarga. Tak ada peralatan mahal, hanya shuttlecock yang dibeli satuan dari warung, sementara raket digantikan dengan tutup panci lama berbentuk bulat dari besi. Bagian tengah tutup yang bisa dilepas menjadi pegangan alami bagi tangan Gloria saat memukul.

Cerita itu disampaikan secara langsung dalam sesi GenZone Talks di Universitas Tarumanagara, dalam acara iNews Campus Connect 2026. Gloria mengenang dengan hangat momen-momen bermain bersama orang tua dan kakaknya di sore hari, yang awalnya hanya sebagai hiburan. Namun, dari kebiasaan itu muncul kesadaran ayahnya akan bakat tersembunyi pada putrinya, yang kemudian memicu langkah serius dalam pengembangan kemampuan.

Ia mulai berlatih secara rutin di Bekasi, dua hingga tiga kali seminggu, dan secara bertahap terjun ke berbagai kompetisi, mulai dari tingkat antarklub hingga pertandingan tingkat RT dan RW. “Semua kelas pertandingan pernah aku ikuti, dari yang paling kecil sampai yang lebih besar,” ujar Gloria dengan nada santai namun penuh semangat. Ketekunannya membuahkan hasil ketika ia dipilih untuk bergabung dengan PB Djarum, meski sempat mengalami kendala dalam kesempatan bermain tunggal di Kudus.

Di PB Djarum, Gloria kemudian fokus pada nomor ganda, baik putri maupun campuran. Dari awal yang begitu sederhana—hanya bermain dengan tutup panci—kini ia telah tampil di kancah profesional. Kisahnya menjadi bukti bahwa kesuksesan besar bisa tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan konsistensi dan tekad.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya