Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Israel Coba Ajak Iran Pakai Starlink, Ditolak Mentah-Mentah

Duta Besar Israel di PBB menghadirkan perangkat Starlink saat mendekati delegasi Iran, namun tidak mendapat respons, menegaskan ketegangan diplomatik yang tak kunjung mereda.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 12.16 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Israel Coba Ajak Iran Pakai Starlink, Ditolak Mentah-Mentah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Danny Danon, melakukan aksi simbolis saat sidang Majelis Umum PBB di New York dengan mendekati meja perwakilan Iran sambil memegang perangkat Starlink mini. Tindakan ini tampak sebagai bentuk provokasi diplomatis, terutama menyusul kebijakan pembatasan akses internet yang diterapkan pemerintah Iran selama gelombang protes besar pada akhir 2022 hingga awal 2023. Namun, perwakilan Iran tidak menunjukkan respon, bahkan tidak menoleh saat Danon berada di dekat mereka.

Aksi tersebut direkam dan dibagikan melalui media sosial oleh Danon, disertai komentar bahwa perwakilan Iran menolak bantuan akses internet melalui Starlink. Perangkat tersebut, yang dikembangkan oleh SpaceX milik Elon Musk, dipandang sebagai simbol keterbukaan digital dan kebebasan informasi—hal yang justru dipertanyakan oleh Iran dalam konteks pembatasan jaringan selama masa krisis. Pemerintah Israel, melalui pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, juga pernah memperlihatkan Starlink dalam pidato di PBB, sebagai kritik terhadap kebijakan otoriter Iran.

Namun, respons publik justru menyoroti ironi dari tindakan tersebut. Banyak netizen mengecam sikap Israel yang justru memperbesar ketegangan, sementara mengabaikan konteks konflik di Palestina. Beberapa komentar menekankan bahwa dunia tidak mempercayai narasi Israel, terlebih ketika aksi diplomatik seperti ini dianggap sebagai bentuk agresi terselubung. Di tengah kritik, tidak ada penjelasan resmi dari Israel mengenai tujuan pasti di balik pendekatan tersebut.

Pembatasan internet di Iran bukan hal baru. Sejak gelombang protes pada Desember 2022, pemerintah Teheran secara berkala memutus akses internet untuk menghambat penyebaran informasi. Situasi serupa terjadi pada akhir Februari, ketika serangan militer dari Amerika Serikat dan Israel menyebabkan pemadaman jaringan dan listrik secara luas. Akibatnya, komunikasi antara Iran dan dunia luar terputus, membuat pengamat internasional kesulitan memahami realitas di lapangan.

Aksi Danon justru menegaskan ketegangan yang terus berlanjut di ranah diplomatik, di mana simbol-simbol seperti akses internet digunakan sebagai alat politik. Namun, ketidakpedulian delegasi Iran terhadap Starlink menggambarkan penolakan terhadap narasi yang dianggap tidak relevan dan tidak konstruktif. Kegagalan komunikasi tersebut tidak hanya mencerminkan perbedaan ideologi, tetapi juga kegagalan diplomasi yang mengandalkan provokasi daripada dialog.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya