Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jalur Torean Rinjani Ditutup Akibat Kebakaran Hutan

Jalur pendakian Torean di Gunung Rinjani ditutup sementara sejak 23 September 2026 menyusul kebakaran di Bukit Setampol yang melanda 127 hektare lahan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 21.05 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Jalur Torean Rinjani Ditutup Akibat Kebakaran Hutan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama pihak pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) telah mengambil kebijakan penutupan sementara jalur pendakian Torean di Kabupaten Lombok Utara. Keputusan ini diambil menyusul kebakaran hutan yang melanda area Bukit Setampol pada Selasa, 22 September 2026, yang menimbulkan risiko tinggi bagi keselamatan pendaki dan kerusakan ekosistem. Penutupan berlaku mulai 23 September dan akan diperpanjang hingga ada pemberitahuan resmi berikutnya.

Luas area terdampak kebakaran mencapai 127 hektare, sebagian besar terdiri dari vegetasi rumput ilalang yang mudah terbakar. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan, sementara upaya pemadaman telah dilakukan melalui kolaborasi antara Balai TNGR, TNI/Polri, Manggala Agni, dan relawan masyarakat peduli api (MPA). Proses penanganan menghadapi tantangan karena lokasi kebakaran berada di tebing yang sulit diakses, ditambah kondisi cuaca berkabut dan angin yang memperparah penyebaran api.

Petugas terus melakukan pemantauan intensif dan evaluasi lapangan. Hingga sore hari Rabu, 23 September, masih terdeteksi satu titik api aktif yang belum sepenuhnya padam. Dalam situasi tersebut, pihak pengelola menekankan pentingnya menjaga keselamatan pengunjung dan menjaga kelestarian kawasan. Para pendaki yang telah memesan e-tiket melalui jalur Torean diberikan opsi penjadwalan ulang atau beralih ke jalur alternatif seperti Sembalun atau Senaru.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR NTB, Astekita Ardi, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok atau membakar sampah secara sembarangan. Imbauan ini diperkuat mengingat kondisi musim kemarau yang memicu risiko kebakaran lebih tinggi. Pembukaan kembali jalur Torean akan ditentukan setelah hasil evaluasi menyatakan lokasi aman dan kondisi ekosistem mulai pulih.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya