Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mahasiswa UHO Persembahkan Medali Perunggu di Kompetisi Energi Internasional

Tim mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo berhasil meraih medali perunggu dalam kompetisi inovasi energi internasional berbasis getaran tambang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Tim mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) berhasil membawa harum nama Sulawesi Tenggara dengan meraih medali perunggu dalam ajang kompetisi inovasi energi tingkat internasional. Prestasi ini diraih melalui inovasi teknologi yang memanfaatkan energi getaran dari aktivitas pertambangan sebagai sumber listrik terbarukan. Penyelenggaraan kompetisi dilakukan di sebuah negara Asia Tenggara, dengan partisipasi lebih dari 150 tim dari berbagai negara.

Inovasi yang dibawa oleh tim UHO berfokus pada konversi getaran mekanis dari peralatan tambang menjadi energi listrik melalui sistem piezoelektrik. Solusi ini diuji dalam simulasi lapangan dan terbukti mampu menghasilkan listrik kecil yang dapat digunakan untuk perangkat sensor dan komunikasi dasar di area pertambangan terpencil. Teknologi ini menawarkan alternatif ramah lingkungan dan efisien, terutama di wilayah dengan akses listrik terbatas.

Dalam presentasi akhir, tim UHO menyampaikan bahwa sistem mereka mampu menghasilkan energi sekitar 12 watt per jam saat beroperasi dalam kondisi normal. Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis mahasiswa lokal, tetapi juga menegaskan potensi inovasi berbasis sumber daya alam yang ada di daerah. Dengan pendekatan berbasis teknologi lokal dan sumber energi terbarukan, inovasi ini diharapkan dapat diadaptasi di berbagai sektor, terutama pertambangan dan kawasan terpencil.

Para pembimbing dan dosen pendamping menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tim. Mereka menekankan bahwa prestasi ini merupakan hasil kolaborasi antara akademik, riset, dan inovasi berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa universitas di daerah dapat berkompetisi secara global jika diberi ruang dan dukungan yang memadai. Harapannya, inovasi seperti ini dapat menjadi model bagi kampus lain di Sulawesi Tenggara dan Indonesia untuk memperkuat ekosistem riset dan teknologi berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya