Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Percepat 5 Kawasan Peternakan Terintegrasi

Lima kawasan peternakan terintegrasi di Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo ditargetkan selesai tahun depan untuk mendukung program makan bergizi gratis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 15.40 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Pemerintah Percepat 5 Kawasan Peternakan Terintegrasi📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kini mempercepat pembangunan lima kawasan peternakan terintegrasi di berbagai wilayah untuk memperkuat produksi ayam, telur, dan susu secara nasional. Tujuan utamanya adalah menjamin ketersediaan pangan bergizi guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diharapkan rampung pada 2027. Proyek ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan melalui industrialisasi sektor peternakan dari hulu hingga hilir.

Pembangunan lima kawasan tersebut telah mendapatkan anggaran sekitar Rp2,2 triliun dari total alokasi Rp17 triliun yang disiapkan pemerintah. Lima lokasi utama meliputi Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo. Seluruh administrasi dan pencairan dana telah diselesaikan, sehingga pekerjaan di lapangan dapat segera dipercepat. Targetnya, semua fasilitas infrastruktur, termasuk pabrik pakan dan pembibitan, selesai dalam waktu satu tahun.

Kawasan peternakan ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang mencakup seluruh rantai produksi—mulai dari produksi jagung sebagai bahan baku pakan, pembibitan ayam (DOC), budi daya, produksi telur, hingga pengembangan peternakan sapi perah untuk produksi susu. Dengan integrasi ini, logistik menjadi lebih efisien karena bahan baku seperti jagung akan diproduksi di daerah sekitar kawasan peternakan, seperti Bone dan Soppeng, tanpa harus dikirim ke pusat pengolahan jauh.

Pembangunan pabrik pakan di dekat sentra produksi jagung diharapkan menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi rantai pasok. Dengan adanya fasilitas pembibitan ayam dan pakan lokal, kebutuhan akan DOC dan pakan tidak lagi bergantung pada impor atau distribusi dari wilayah jauh. Hal ini juga menjamin ketersediaan bahan baku secara stabil, sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional.

Pemerintah menekankan bahwa program ini bukan sekadar peningkatan produksi, tetapi investasi strategis untuk kualitas sumber daya manusia. Konsumsi ayam, telur, dan susu yang terus-menerus diharapkan mampu meningkatkan gizi anak-anak, mendukung tujuan menciptakan generasi emas yang cerdas dan sehat. Dengan demikian, penguatan peternakan nasional menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya