Kamis, 1 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Usung Target 3,49 Juta Lapangan Kerja Formal Tahun 2027

Pemerintah dan DPR sepakati penciptaan 2,57 hingga 3,49 juta lapangan kerja baru pada 2027 dengan fokus pada peningkatan proporsi pekerja formal hingga 40,81 persen.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 1 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
Pemerintah Usung Target 3,49 Juta Lapangan Kerja Formal Tahun 2027📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah dan DPR RI secara resmi menetapkan target penciptaan lapangan kerja baru pada tahun 2027 sebanyak 2,57 juta hingga 3,49 juta orang. Keputusan ini diambil dalam Rapat Paripurna DPR RI yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, dan menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat struktur ketenagakerjaan nasional. Target tersebut tidak hanya mengacu pada jumlah pekerja, tetapi juga menekankan kualitas pekerjaan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, menegaskan bahwa fokus utama bukan hanya pada peningkatan jumlah lapangan kerja, tetapi juga pada perluasan proporsi pekerja formal. Ia menyebutkan bahwa pada 2027, pemerintah berambisi mencapai tingkat pekerja formal sebesar 40,81 persen, meningkat dari angka 37,09 persen yang tercatat pada Mei 2026 berdasarkan data BPS. Pencapaian ini dinilai sebagai indikator kesejahteraan dan stabilitas ekonomi jangka panjang.

Said menekankan bahwa penyerapan tenaga kerja harus dibarengi dengan perlindungan hukum, jaminan sosial, serta jaminan hari tua. Ia menilai bahwa peningkatan kualitas pekerjaan adalah kunci untuk mengurangi ketergantungan pada sektor informal. Dengan memperkuat kerangka hukum dan kebijakan anggaran yang efektif, pemerintah diharapkan mampu secara bertahap mengurangi dominasi pekerja informal dalam struktur ekonomi nasional.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mendukung arahan tersebut, menekankan bahwa APBN akan dikelola secara kredibel dan berorientasi pada penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan. Ia menilai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,45 persen pada semester pertama 2026 sebagai bukti kuat bahwa perekonomian dalam kondisi stabil. Dengan daya tahan ekonomi domestik yang kuat, Indonesia dinilai mampu menahan tekanan eksternal, termasuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, sambil terus memperluas ekspor ke pasar global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya