PHR Perkuat Ketahanan Energi Nasional Melalui Optimalisasi dan Inovasi
PT Pertamina Hulu Rokan menjadi motor utama produksi migas nasional dengan kontribusi hampir sepertiga total output, berupaya menjaga keberlanjutan melalui teknologi dan eksplorasi baru.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 21.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebagai perusahaan kontrak kerja sama (KKKS) dengan produksi terbesar di Indonesia, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menempati posisi sentral dalam menjaga ketahanan energi nasional. Dengan kontribusi produksi dari Regional 1 yang menyumbang hampir sepertiga total produksi migas nasional, peran PHR dinilai strategis, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan penurunan produksi di lapangan-lapangan tua. Perusahaan terus memperkuat basis produksi melalui pemeliharaan kapasitas lapangan eksisting, peningkatan efisiensi operasional, serta pengembangan sumber baru.
Untuk menekan penurunan produksi akibat usia reservoir, PHR menerapkan strategi berlapis yang berfokus pada pemeliharaan baseline production. Upaya ini mencakup pemantauan intensif, perbaikan teknis sumur, serta penerapan teknologi mutakhir untuk meningkatkan perolehan minyak. Dalam praktiknya, tujuan utama adalah meminimalkan penurunan produksi dari lapangan yang sudah beroperasi, bahkan jika terjadi penurunan, diharapkan tetap dalam batas yang dapat dikelola.
Peningkatan kapasitas produksi juga dilakukan melalui eksplorasi dan pengembangan potensi baru, seperti proyek Puspa Asri di Jambi yang diproyeksikan menjadi tambahan signifikan bagi produksi Pertamina EP Jambi. Pemanfaatan teknologi tidak hanya terbatas pada operasi produksi, tetapi juga dalam analisis data geologi dan pemetaan cadangan untuk mempercepat identifikasi sumber daya yang layak dikembangkan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan energi tidak hanya bergantung pada penemuan lapangan baru, tetapi juga pada kemampuan transformasi potensi menjadi produksi nyata.
Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan institusi akademik, menjadi kunci keberhasilan. Universitas Jambi, misalnya, diminta berperan aktif dalam riset, pengembangan SDM, dan penyediaan pusat studi energi yang relevan. Di sisi lain, kebutuhan energi nasional harus seimbang dengan keseimbangan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Peningkatan produksi harus diiringi dengan diversifikasi energi, termasuk percepatan penerapan biodiesel B50 dan pengembangan etanol, dengan perhatian khusus pada ketersediaan bahan baku.
Peningkatan cadangan penyangga energi menjadi prioritas jangka menengah, dengan target capaian 30 hari setara impor pada 2035. Dalam tahap awal, pemerintah berupaya mencapai target lima hingga sepuluh hari sebagai langkah awal. Provinsi Jambi, yang kaya akan sumber energi seperti minyak, gas, batu bara, biomassa, dan komoditas perkebunan, diharapkan menjadi bagian integral dari strategi ini. Namun, penting agar daerah penghasil energi tetap terjamin pasokan energinya sendiri, bukan hanya menyuplai wilayah lain, sehingga tidak terjadi ketidakseimbangan antara kontribusi dan kebutuhan lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Cek Estimasi Keberangkatan Haji Secara Online
Calon jemaah bisa mengecek perkiraan tahun keberangkatan haji lewat platform resmi dengan memasukkan nomor porsi 10 digit.
30 September 2026

Nanang Hendarno Jabat Direktur Utama Telkom
Telkom resmi menunjuk Nanang Hendarno sebagai Direktur Utama menggantikan Dian Siswarini, disertai sejumlah perubahan struktural di jajaran direksi.
30 September 2026

Huawei Watch GT 7 Series Siap Meluncur di Indonesia 7 Oktober 2026
Smartwatch terbaru Huawei Watch GT 7 dan GT 7 Pro akan hadir di pasar Indonesia dengan fitur kesehatan canggih dan daya tahan baterai hingga 51 jam dalam mode trail running.
30 September 2026

Indonesia Siapkan B50 di Seluruh SPBU Mulai 1 Oktober 2026
Pemerintah menargetkan seluruh SPBU di Indonesia telah menyediakan BBM solar campuran biodiesel 50% sejak 1 Oktober 2026, menyusul penyelesaian masa transisi.
30 September 2026
Berita Lainnya

Wawako Medan Pantau Progres Renovasi IGD RSUD Pirngadi
Rabu, 30 September 2026, 21.19 WITA

Nanang Hendarno Resmi Jabat Direktur Utama Telkom
Rabu, 30 September 2026, 21.18 WITA

Danantara Siap Jadi Pemegang Saham BEI dengan Porsi 5–10 Persen
Rabu, 30 September 2026, 21.18 WITA

138 Tersangka dan 68 Perusahaan Disegel Akibat Karhutla
Rabu, 30 September 2026, 21.18 WITA

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp29,53 Triliun, Dorong Ekosistem UMKM Nasional
Rabu, 30 September 2026, 21.18 WITA

Lutut Sakit Parah? Pertimbangkan Knee Replacement dengan Teknologi Robotik
Rabu, 30 September 2026, 21.14 WITA

Batu di Trabzon Jadi Destinasi Wisata Setelah Salah Duduk di Sana
Rabu, 30 September 2026, 21.10 WITA

Enam Acara Akhir Pekan Seru di Jakarta 2-4 Oktober 2026
Rabu, 30 September 2026, 21.09 WITA

