Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Polusi Udara Picu Beban Kesehatan dan Keuangan Masyarakat

Polusi udara tak hanya memicu ISPA, tetapi juga gangguan jantung dan saraf, berdampak langsung pada peningkatan biaya kesehatan rumah tangga dan beban BPJS Kesehatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 17.42 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
Polusi Udara Picu Beban Kesehatan dan Keuangan Masyarakat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketidakseimbangan kualitas udara di kawasan perkotaan kini terbukti menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Selain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), paparan polutan jangka panjang juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan gangguan saraf. Hal ini dikemukakan oleh seorang pakar lingkungan dalam forum diskusi nasional, yang menekankan bahwa persepsi masyarakat yang hanya mengaitkan polusi dengan ISPA perlu diperluas.

Dampak kesehatan yang lebih kompleks ini berujung pada peningkatan beban finansial rumah tangga. Biaya pengobatan, rawat inap, hingga perawatan jangka panjang akibat penyakit terkait polusi menjadi beban yang sulit dihindari, terutama bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah. Peningkatan tersebut tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga menimbulkan tekanan pada sistem kesehatan nasional, terutama dalam pengelolaan dana BPJS Kesehatan.

Pemerintah, demikian, harus mempertimbangkan kebijakan strategis untuk mengurangi sumber polusi utama, terutama dari sektor transportasi. Di Jakarta, sekitar 80 persen polutan dari kendaraan berasal dari truk logistik yang menggunakan bahan bakar berkualitas rendah. Dengan mempercepat elektrifikasi kendaraan logistik, khususnya truk, diharapkan dapat menekan emisi secara signifikan.

Penerapan kendaraan listrik dalam logistik tidak hanya memberi manfaat lingkungan, tetapi juga melindungi kesehatan para pekerja di lapangan, seperti sopir truk, yang setiap hari terpapar udara kotor. Transisi menuju energi bersih, khususnya dalam transportasi, menjadi langkah krusial untuk mencegah kenaikan beban kesehatan dan keuangan di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya