Tekstil Indonesia Tersingkir dari ASEAN, Pemerintah Siapkan Insentif
Pemerintah berencana beri insentif pajak untuk industri tekstil berorientasi ekspor, menyusul merosotnya kontribusi sektor ini di pasar regional.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kinerja industri tekstil nasional kini jauh tertinggal dibandingkan Vietnam dan Kamboja, sekalipun sebelumnya sempat unggul atas China pada era 2000-an. Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Bob Azam, mengungkapkan kekecewaan atas kondisi ini, menekankan ironi bahwa sektor yang pernah menjadi primadona kini hanya mampu menempati posisi 20 persen dari produksi tekstil Vietnam. Ia menyampaikan pengalaman pribadi melalui keluarganya yang dahulu aktif menyalurkan kredit ke perusahaan tekstil dalam negeri, kini terkejut melihat keterpurukan yang terjadi.
Kontribusi industri tekstil terhadap PDB nasional saat ini sebesar 0,97 persen, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai sekitar 4 juta orang dan nilai ekspor mencapai 12 miliar dolar AS. Namun, daya saing sektor ini terus tergerus akibat persaingan ketat, serta maraknya impor ilegal seperti barang selundupan kiloan dan balpres yang merusak pasar dalam negeri. Kondisi ini memaksa pemerintah, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, untuk segera merancang kebijakan perbaikan struktural.
Salah satu langkah strategis yang sedang dipertimbangkan adalah pemberian insentif pajak pertambahan nilai (PPN) bagi perusahaan tekstil ekspor yang menggunakan tenaga kerja alih daya. Pemerintah masih mengevaluasi apakah insentif berupa pembebasan atau keringanan pajak akan diterapkan. Bob Azam menyambut positif langkah tersebut, namun menegaskan bahwa insentif saja tidak cukup untuk menjamin keberlanjutan industri. Ia menekankan perlunya perbaikan regulasi ketenagakerjaan sebagai fondasi utama agar sektor padat karya bisa kembali menarik investasi besar.
Selain insentif PPN, pemerintah juga mempertimbangkan berbagai kebijakan pendukung lain, seperti tax holiday, peningkatan fleksibilitas kerja melalui perubahan aturan PKWT sesuai musiman, serta penguatan pasokan bahan baku dari dalam dan luar negeri. Upaya penertiban impor ilegal juga menjadi fokus, dengan Presiden Prabowo langsung meminta Direktur Jenderal Bea dan Cukai untuk memperketat pengawasan. Dukungan pembiayaan melalui perbankan, reinvestasi, dan peningkatan modal kerja juga dijadikan bagian dari strategi penguatan menyeluruh.
Tujuan akhirnya bukan sekadar mempertahankan industri, melainkan menciptakan ekosistem yang mampu menarik investasi berkelanjutan, memperkuat daya saing nasional, dan menjaga stabilitas lapangan kerja. Dengan pendekatan komprehensif yang menyentuh aspek regulasi, insentif, dan kualitas pasar, pemerintah berharap industri tekstil bisa kembali menjadi motor penggerak ekonomi yang signifikan di tingkat regional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prabowo Cairkan Rp100,1 Triliun untuk Pemulihan Bencana Sumatra
Presiden Prabowo menyetujui anggaran Rp100,1 triliun untuk pemulihan bencana di Sumatra, dengan realisasi mulai tahun ini hingga 2028.
26 September 2026

Koperasi Desa Diminta Manfaatkan Fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih
Menteri Koperasi meminta pemerintah daerah memanfaatkan fasilitas eksisting di Kampung Nelayan Merah Putih sebagai kantor Koperasi Desa, hindari pembangunan duplikat.
26 September 2026

Mendag Perkuat Komunikasi dengan Ritel Atasi Kelangkaan Beras Premium
Pemerintah memperkuat koordinasi dengan ritel modern untuk menjamin kelancaran pasokan beras premium, sekaligus menepis isu kelangkaan yang sebenarnya hanya terkait variasi produk, bukan ketersediaan secara umum.
25 September 2026

Menhub Lantik Ahmad sebagai Ketua KNKT 2026–2030
Menteri Perhubungan melantik Ahmad sebagai ketua KNKT periode 2026–2030 dengan penekanan pada independensi dan profesionalisme dalam investigasi kecelakaan transportasi.
25 September 2026
Berita Lainnya

Hongqi Perkuat Kehadiran di Indonesia dengan Dealer Pertama di Mampang
Sabtu, 26 September 2026, 09.19 WITA

Redmi Note 17 Dilengkapi Proteksi 36 Bulan untuk Pengguna Jangka Panjang
Sabtu, 26 September 2026, 09.09 WITA

Tongke-Tongke Sinjai Berubah Jadi Pelabuhan Modern Berbasis Nelayan
Sabtu, 26 September 2026, 09.07 WITA

Singapura Bebaskan Petinggi Perusahaan dari Dakwaan Korupsi
Sabtu, 26 September 2026, 09.07 WITA

Warung Makan Gratis Sediakan 300 Porsi Harian untuk Warga
Sabtu, 26 September 2026, 09.06 WITA

PT CNI dan Pejabat ESDM Diduga Korupsi Nikel Rp401 Miliar
Sabtu, 26 September 2026, 09.06 WITA

Pengembangan TOD Jakarta Diperluas ke Lebak Bulus dan Kawasan Pusat
Sabtu, 26 September 2026, 09.05 WITA

PT CNI dan Pejabat ESDM Diduga Korupsi Rp401 M dari Ekspor Nikel Ilegal
Sabtu, 26 September 2026, 09.05 WITA

