Menteri PU Ancam Copot Pejabat Akibat Laporan Irigasi Palsu
Menteri PU ancam mencopot sejumlah pejabat teknis setelah temuan kekeringan di sawah tak sesuai laporan internal yang menyatakan kondisi aman.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 17.54 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Pekerjaan Umum menegaskan akan menindak tegas sejumlah pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air setelah menemukan ketidaksesuaian antara data laporan dan kondisi lapangan. Keputusan ini diambil menyusul inspeksi mendadak ke tiga desa di Jawa Barat, termasuk Karangharja (Bekasi), Sukatani (Karawang), dan Kedongdong (Cirebon), pada Sabtu (26/9). Hasil sidak menunjukkan sejumlah lahan pertanian masih mengalami kekeringan meski laporan internal menyebutkan telah mengairi tambahan 73 ribu hektare sawah.
Dalam pernyataan tegas, Menteri menyatakan bahwa Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan SDA, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Pejabat Pembuat Komitmen, serta Kepala Satuan Kerja akan segera diberhentikan. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut akan ditandatangani pada 28 September dan berlaku efektif paling lambat 30 September. “Tidak mungkin saya biarkan, ini persoalan integritas dan akuntabilitas,” tegasnya, menekankan bahwa kegagalan melaporkan kondisi nyata merupakan bentuk kelalaian serius.
Ia membeberkan bahwa dalam sistem dashboard pemantauan irigasi nasional, seluruh wilayah dilaporkan dalam status aman dengan warna hijau tanpa indikasi merah. Namun, realitas di lapangan menunjukkan sekitar 1.000 hektare sawah masih kering, bahkan 400 hektare lainnya belum mendapatkan pasokan air. “Saya tanya Dirjen, ‘Gimana Pak?’, dia jawab ‘Kita sudah airi 73 ribu hektare.’ Tapi kenyataannya, masih ada yang kering,” ujar Menteri dengan nada tegas.
Menurutnya, solusi atas kekeringan tersebut tidak memerlukan rekayasa teknis kompleks. Di beberapa titik, air sungai masih tersedia dalam jarak dekat, sekitar 2 kilometer dari lahan pertanian. Di Desa Kedongdong, Cirebon, lahan seluas hampir 400 hektare dapat diselamatkan hanya dengan memasang pompa listrik dan memperpanjang pipa PVC ke saluran sekunder atau tersier. “Ini bukan masalah teknis, tapi masalah keberanian dan keterlibatan langsung pejabat di lapangan,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memilih untuk berada di balik meja. “Saya tidak percaya bahwa dari Sabang sampai Merauke terlalu luas untuk dicek, sehingga bisa menutupi kebenaran. Mereka keliru,” tegasnya. Dengan tindakan tegas ini, Menteri menegaskan komitmen untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan irigasi nasional, serta menekankan pentingnya keterlibatan langsung pejabat dengan petani dalam menangani persoalan pertanian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Trump dan AI Pendidikan RI Jadi Sorotan Global
Presiden Amerika Serikat menanggapi isu geopolitik dengan unggahan digital, sementara Indonesia unggul secara global dalam pemanfaatan kecerdasan buatan untuk pendidikan.
28 September 2026

Netanyahu Rahasia Temui Pemimpin UEA di Abu Dhabi
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan melakukan kunjungan rahasia ke Abu Dhabi dan bertemu Presiden UEA, tanpa pengumuman resmi dari kedua pihak.
28 September 2026

Wajib Halal 2026: 7 Kategori Produk Wajib Sertifikasi
Mulai 18 Oktober 2026, tujuh kategori produk wajib bersertifikat halal, termasuk kosmetik, obat alam, dan peralatan rumah tangga, dengan sanksi administratif bagi yang melanggar.
28 September 2026

Perdana Menteri Malaysia Berduka, Istri Mantan PM Mahathir Wafat di Usia 100 Tahun
Anwar Ibrahim menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Siti Hasmah, istri mantan Perdana Menteri Malaysia, yang meninggal di usia 100 tahun di Kuala Lumpur.
28 September 2026
Berita Lainnya

Mahkamah Konstitusi Thailand Hadapi Ujian Kerahasiaan Suara
Senin, 28 September 2026, 18.00 WITA

Impor Udang Ilegal Diamankan, Trenggono Tekankan Perlindungan Pembudidaya
Senin, 28 September 2026, 17.59 WITA

PT Ceria Nugraha Indotama Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Senin, 28 September 2026, 17.58 WITA

Tawaran Rp443 T Ditolak, Akuisisi Emas Global Gagal
Senin, 28 September 2026, 17.57 WITA

Rupiah Sentuh Rp17.965, Dekati Level Psikologis Rp18.000
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

Haji Isam Dikabarkan Incar Saham BCA, Perusahaan Bantah Tegas
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

DPR Desak BI Perkuat Rupiah Berdasarkan Fundamental
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

Toba Surimi Perbarui Kepemimpinan, Beston Barto Jabat Dirut Baru
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

