Pelatihan Produksi Mi Sagu Dorong Ekonomi Lokal di Merauke
Kolaborasi IPB University dan Universitas Musamus kembangkan mi sagu sebagai produk pangan bernilai tambah dengan fokus pada keberlanjutan dan diversifikasi pangan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Tim Ekspedisi Patriot IPB University bersinergi dengan Universitas Musamus Merauke untuk melaksanakan pelatihan produksi mi sagu, sebagai bagian dari upaya mendukung program diversifikasi pangan dan penguatan ekonomi lokal di Papua Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan kolaboratif yang menggabungkan keahlian akademik dan infrastruktur lokal, dengan dukungan dari program Kementerian Transmigrasi. Tujuan utamanya adalah memanfaatkan potensi sagu sebagai sumber karbohidrat alternatif yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan proses pengolahan pati sagu menjadi mi yang tahan lama, memiliki nilai gizi tinggi, serta indeks glikemik rendah—karakteristik yang sangat mendukung kesehatan konsumen. Selain itu, pelatihan juga menekankan pentingnya standar keamanan pangan, kemasan yang sesuai, dan proses legalisasi produk agar dapat diperdagangkan secara luas. Hasilnya diharapkan mampu menjangkau pasar lokal hingga pasar nasional.
Ketua TEP IPB University, Ratih Kemala Dewi Ph.D., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal dari pendampingan berkelanjutan yang akan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal secara optimal. Ia menekankan bahwa sagu bukan hanya bahan makanan tradisional, tetapi juga bisa menjadi komoditas industri dengan nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan benar.
Di sisi lain, Dr Mega Ayu Yusuf, Ketua Program Studi Teknik Pertanian Universitas Musamus, menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan Tim 13 Ekspedisi Patriot IPB University. Ia menyebut bahwa pemanfaatan laboratorium beras analog dan sagu di kampus menjadi fondasi penting dalam pelatihan ini. Dengan peralatan yang tersedia, peserta mampu memahami seluruh tahapan produksi secara praktis, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan akhir.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Dekati Level 6.000 Akibat Tekanan Jual Masif
IHSG turun tajam pada Selasa (29/9/2026), menyentuh level 6.000-an setelah dibuka di 6.118,81 dan didominasi oleh penurunan sektor keuangan dan infrastruktur.
29 September 2026

Indonesia Tegaskan Penanganan Pelanggaran HAM Dilakukan Secara Hukum
Indonesia menolak tudingan pelanggaran HAM sistematis di Papua dan menegaskan penanganan dugaan pelanggaran dilakukan melalui mekanisme hukum nasional yang independen.
29 September 2026

Harga Emas Pegadaian Per Hari Ini Terkini
Harga emas di Pegadaian hari ini menunjukkan perbedaan antarjenama, dengan Antam paling tinggi, diikuti Galeri24, dan UBS di posisi terendah per gram.
29 September 2026

170 Bidang Tanah di Ngawi Ditetapkan untuk Pemanfaatan Berkelanjutan
Sebanyak 170 bidang tanah di Desa Dampit, Ngawi, resmi mendapatkan kepastian pemanfaatan melalui perjanjian hak pengelolaan, mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
29 September 2026
Berita Lainnya
Taylor Swift Raih Video of the Year, Ukir Sejarah di VMA 2026
Selasa, 29 September 2026, 12.19 WITA

Argentina Melaju ke Semifinal Usai Tekuk Swiss di Perpanjangan Waktu
Selasa, 29 September 2026, 12.16 WITA

Inggris Lolos ke Semifinal Usai Tundukkan Norwegia
Selasa, 29 September 2026, 12.15 WITA

Prancis, Spanyol, Inggris, Argentina Berebut Tiket Final Piala Dunia 2026
Selasa, 29 September 2026, 12.15 WITA

Indonesia Siap Tempur di Final Asian Games 2026 Hari Ini
Selasa, 29 September 2026, 12.15 WITA

Kartu Merah Ubah Dinamika Laga Indonesia vs Malaysia
Selasa, 29 September 2026, 12.15 WITA

Amri/Nita Raih Medali Perak Setelah Takluk di Final Asian Games 2026
Selasa, 29 September 2026, 12.15 WITA

Amri/Nita Raih Medali Perak, Torehkan Sejarah di Asian Games 2026
Selasa, 29 September 2026, 12.15 WITA

