IHSG Dekati Level 6.000 Akibat Tekanan Jual Masif
IHSG turun tajam pada Selasa (29/9/2026), menyentuh level 6.000-an setelah dibuka di 6.118,81 dan didominasi oleh penurunan sektor keuangan dan infrastruktur.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 12.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (29/9/2026), menyentuh level 6.000-an setelah sempat bergerak stabil di pembukaan pada angka 6.118,81. Meski sempat naik ke titik tertinggi harian di 6.126,62, tekanan jual yang menguat menyebabkan indeks kembali merosot tajam menjelang penutupan sesi. Pergerakan ini terjadi di tengah volume perdagangan yang meningkat pesat, menunjukkan aktivitas pasar yang tinggi namun cenderung negatif.
Dari total 863 saham yang diperdagangkan, hanya 160 saham yang mencatatkan kenaikan, sementara 343 saham mengalami pelemahan, dan 460 lainnya bergerak datar. Nilai transaksi awal mencapai Rp775 miliar dengan volume 2,1 miliar lembar saham, yang kemudian melonjak menjadi 35,12 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp741,93 miliar pada akhir sesi. Lonjakan volume ini mencerminkan intensitas transaksi yang tinggi, tetapi sebagian besar terjadi dalam kondisi tekanan jual yang kuat.
Indeks sektoral menunjukkan koreksi menyeluruh, dengan sebagian besar sektor mengalami pelemahan. Indeks LQ45 turun 0,65 persen ke posisi 607, indeks JII melemah 0,83 persen ke 362, indeks MNC36 turun 0,14 persen ke 265, dan indeks IDX30 melemah 0,58 persen ke 337. Penurunan ini didorong oleh aksi profit taking dan kekhawatiran terhadap kondisi pasar global yang memengaruhi sentimen investor domestik.
Pergerakan IHSG yang mendekati level 6.000-an menjadi perhatian khusus bagi analis pasar, mengingat level tersebut merupakan batas psikologis penting. Aksi jual yang meluas, terutama di sektor keuangan dan infrastruktur, menjadi pemicu utama penurunan. Meski belum ada perubahan fundamental signifikan di dalam negeri, sentimen negatif dari dinamika pasar global berdampak langsung terhadap pergerakan saham domestik dalam dua pekan terakhir.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pelatihan Produksi Mi Sagu Dorong Ekonomi Lokal di Merauke
Kolaborasi IPB University dan Universitas Musamus kembangkan mi sagu sebagai produk pangan bernilai tambah dengan fokus pada keberlanjutan dan diversifikasi pangan.
29 September 2026

Indonesia Tegaskan Penanganan Pelanggaran HAM Dilakukan Secara Hukum
Indonesia menolak tudingan pelanggaran HAM sistematis di Papua dan menegaskan penanganan dugaan pelanggaran dilakukan melalui mekanisme hukum nasional yang independen.
29 September 2026

Harga Emas Pegadaian Per Hari Ini Terkini
Harga emas di Pegadaian hari ini menunjukkan perbedaan antarjenama, dengan Antam paling tinggi, diikuti Galeri24, dan UBS di posisi terendah per gram.
29 September 2026

170 Bidang Tanah di Ngawi Ditetapkan untuk Pemanfaatan Berkelanjutan
Sebanyak 170 bidang tanah di Desa Dampit, Ngawi, resmi mendapatkan kepastian pemanfaatan melalui perjanjian hak pengelolaan, mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
29 September 2026
Berita Lainnya
Taylor Swift Raih Video of the Year, Ukir Sejarah di VMA 2026
Selasa, 29 September 2026, 12.19 WITA

Argentina Melaju ke Semifinal Usai Tekuk Swiss di Perpanjangan Waktu
Selasa, 29 September 2026, 12.16 WITA

Inggris Lolos ke Semifinal Usai Tundukkan Norwegia
Selasa, 29 September 2026, 12.15 WITA

Prancis, Spanyol, Inggris, Argentina Berebut Tiket Final Piala Dunia 2026
Selasa, 29 September 2026, 12.15 WITA

Indonesia Siap Tempur di Final Asian Games 2026 Hari Ini
Selasa, 29 September 2026, 12.15 WITA

Kartu Merah Ubah Dinamika Laga Indonesia vs Malaysia
Selasa, 29 September 2026, 12.15 WITA

Amri/Nita Raih Medali Perak Setelah Takluk di Final Asian Games 2026
Selasa, 29 September 2026, 12.15 WITA

Amri/Nita Raih Medali Perak, Torehkan Sejarah di Asian Games 2026
Selasa, 29 September 2026, 12.15 WITA

