Pemerintah Tancap Gas Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi
Pemerintah siapkan anggaran Rp17 triliun untuk mempercepat ekosistem peternakan terintegrasi di lima wilayah, termasuk Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung program Makan Bergizi Gratis.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 23.25 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 18x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali mempercepat pembangunan ekosistem peternakan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan fokus pada peningkatan produksi ayam, telur, dan susu secara nasional. Langkah ini merupakan respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sektor peternakan sebagai fondasi ketahanan pangan. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp17 triliun, dengan tahap awal difokuskan pada lima wilayah strategis: Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo.
Dalam kunjungan kerja di Bone, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa lima kawasan peternakan utama ini telah mendapatkan dana sekitar Rp2,2 triliun dari anggaran nasional. Ia menegaskan bahwa seluruh administrasi dan pencairan dana telah selesai, sehingga pekerjaan di lapangan bisa segera dimulai dan ditargetkan selesai pada tahun depan. Proyek ini tidak hanya menekankan produksi, tetapi juga integrasi sistem rantai pasok yang efisien.
Pembangunan mencakup pabrik pakan, fasilitas pembibitan ayam (DOC), budidaya unggas, produksi telur, serta pengembangan sapi perah dan susu. Salah satu fokus utama adalah memastikan bahan baku seperti jagung berasal dari sentra produksi lokal, seperti Bone dan Soppeng, untuk mengurangi biaya logistik. Dengan membangun pabrik pakan di dekat sentra jagung, pemerintah berharap dapat mempercepat distribusi dan menekan harga pakan secara keseluruhan.
Pembangunan fasilitas pembibitan ayam secara lokal diharapkan mengurangi ketergantungan impor dan mempercepat pasokan DOC ke peternak. Sementara itu, pengembangan sapi perah ditujukan untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri, yang menjadi bagian penting dari program Makan Bergizi Gratis. Menurut Amran, konsumsi ayam, telur, dan susu bukan sekadar kebutuhan pangan, tetapi investasi strategis bagi kualitas sumber daya manusia untuk mewujudkan visi Indonesia Emas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Subsidi BBM dan LPG 3 Kg Dipangkas untuk 2027
Pemerintah dan DPR setuju mengurangi anggaran subsidi BBM dan LPG 3 kg di RAPBN 2027, menurunkan alokasi menjadi Rp131,39 triliun dari usulan semula Rp142,8 triliun.
28 September 2026

Prabowo Dorong Evakuasi Medis Udara untuk Daerah Terpencil
Program ambulans udara mulai diuji coba untuk perkuat akses kesehatan darurat di wilayah terisolasi yang sulit dijangkau jalan darat.
28 September 2026

Prabowo Tegaskan Kesetaraan Layanan Kesehatan untuk Semua Pasien
Presiden Prabowo Subianto instruksikan seluruh rumah sakit, termasuk swasta, memberikan layanan setara bagi pasien BPJS dan non-BPJS, sambil dukung pencairan dana Rp20 triliun untuk perkuat sistem kesehatan nasional.
28 September 2026

Antrean Haji RI Dipangkas Jadi 14 Tahun Berkat Validasi Data
Kemenhaj berhasil mempersingkat masa tunggu keberangkatan jemaah haji dari 49 tahun menjadi 14 tahun setelah menemukan 400 ribu data tidak valid.
28 September 2026
Berita Lainnya

IHSG Terpanggang di 6.181 Usai Batas Harga Saham Rp1 Diberlakukan
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

28 Saham Sentuh Level Rp43 Pasca Penurunan Batas Harga Minimum
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

BEI Bantah Aturan Harga Saham Rp1 Picu Penurunan IHSG
Senin, 28 September 2026, 23.26 WITA

Bayan Jamin Operasional Normal PascaTransaksi Saham 30 Persen
Senin, 28 September 2026, 23.26 WITA

BEI Mulai Short Selling 1 Oktober, Wajib Setor Rp50 Juta
Senin, 28 September 2026, 23.25 WITA

Pilot dan Tahanan Bersatu Selamatkan Penumpang di Pulau Terpencil
Senin, 28 September 2026, 23.20 WITA

Mojtaba Khamenei Klaim Keberhasilan Usir Musuh dari Laut Arab
Senin, 28 September 2026, 23.05 WITA

Rusia Dilemahkan di Ukraina, Tidak Mampu Serang NATO Secara Besar-besaran
Senin, 28 September 2026, 23.05 WITA

