Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Tancap Gas Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi

Pemerintah siapkan anggaran Rp17 triliun untuk mempercepat ekosistem peternakan terintegrasi di lima wilayah, termasuk Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung program Makan Bergizi Gratis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 23.25 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 18x dibuka
Pemerintah Tancap Gas Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali mempercepat pembangunan ekosistem peternakan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan fokus pada peningkatan produksi ayam, telur, dan susu secara nasional. Langkah ini merupakan respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sektor peternakan sebagai fondasi ketahanan pangan. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp17 triliun, dengan tahap awal difokuskan pada lima wilayah strategis: Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo.

Dalam kunjungan kerja di Bone, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa lima kawasan peternakan utama ini telah mendapatkan dana sekitar Rp2,2 triliun dari anggaran nasional. Ia menegaskan bahwa seluruh administrasi dan pencairan dana telah selesai, sehingga pekerjaan di lapangan bisa segera dimulai dan ditargetkan selesai pada tahun depan. Proyek ini tidak hanya menekankan produksi, tetapi juga integrasi sistem rantai pasok yang efisien.

Pembangunan mencakup pabrik pakan, fasilitas pembibitan ayam (DOC), budidaya unggas, produksi telur, serta pengembangan sapi perah dan susu. Salah satu fokus utama adalah memastikan bahan baku seperti jagung berasal dari sentra produksi lokal, seperti Bone dan Soppeng, untuk mengurangi biaya logistik. Dengan membangun pabrik pakan di dekat sentra jagung, pemerintah berharap dapat mempercepat distribusi dan menekan harga pakan secara keseluruhan.

Pembangunan fasilitas pembibitan ayam secara lokal diharapkan mengurangi ketergantungan impor dan mempercepat pasokan DOC ke peternak. Sementara itu, pengembangan sapi perah ditujukan untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri, yang menjadi bagian penting dari program Makan Bergizi Gratis. Menurut Amran, konsumsi ayam, telur, dan susu bukan sekadar kebutuhan pangan, tetapi investasi strategis bagi kualitas sumber daya manusia untuk mewujudkan visi Indonesia Emas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya