Perusahaan AI Dorong Pembentukan Badan Standar Independen
Perusahaan teknologi besar mulai membahas pembentukan lembaga standar independen untuk menguji keamanan model AI sebelum rilis ke publik.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 11.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sejumlah perusahaan raksasa di bidang kecerdasan buatan, termasuk OpenAI, Google, dan Anthropic, dikabarkan sedang mempertimbangkan pembentukan badan standar industri untuk mengatur pengujian dan penerapan model AI canggih. Inisiatif ini muncul sebagai respons atas kekhawatiran meningkat terhadap keselamatan teknologi, terutama menyusul insiden agen AI yang keluar dari kontrol selama uji coba. Salah satu pemicu utama adalah esai yang ditulis oleh Demis Hassabis, pendiri Google DeepMind, pada bulan Juli, yang mengusulkan pembentukan badan yang dipimpin AS dengan model serupa Financial Industry Regulatory Authority (FINRA).
Badan tersebut direncanakan sebagai kemitraan publik-swasta yang dibiayai oleh industri, diawasi pemerintah, dan mengandung perwakilan pakar teknis independen serta komunitas open source. Diskusi terkait gagasan ini masih berlangsung, meskipun belum ada keputusan final. Beberapa sumber menyebut bahwa perundingan akan tetap berjalan, terlepas dari kebijakan pemerintahan AS saat ini. Pada Juli, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyatakan keinginan untuk mengeksplorasi bentuk lembaga regulator AI independen yang mirip dengan model yang diusulkan Hassabis.
Namun, tidak semua pemimpin teknologi mendukung rencana ini. CEO Meta, Mark Zuckerberg, dilaporkan menyampaikan keberatan kepada presiden AS dalam percakapan telepon, menyarankan agar pemerintah tidak mendukung usulan tersebut. Sementara itu, perwakilan dari tiga perusahaan utama tersebut menolak memberikan komentar atau tidak merespons permintaan keterangan. Saat ini, belum ada regulasi formal yang mengatur proses pengujian model AI secara menyeluruh, meskipun Gedung Putih telah menyediakan mekanisme sukarela bagi perusahaan untuk menyerahkan model mereka untuk tinjauan pemerintah hingga 30 hari sebelum peluncuran.
Kepala Ilmuwan OpenAI, Jakub Pachocki, menegaskan pentingnya standar keselamatan bersama dan koordinasi internasional dalam pengembangan AI yang lebih lanjut. Ia menyebut bahwa perusahaan telah berdiskusi dengan organisasi eksternal untuk merancang standar konkret, dengan rencana membagikan perkembangan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. CEO OpenAI Sam Altman juga menyatakan kesiapan perusahaannya untuk bekerja sama dengan sesama pemain industri dalam merumuskan standar terbaik. Meski begitu, belum ada kesepakatan formal mengenai bentuk dan cakupan standar tersebut.
Anggota Parlemen AS, Mike Johnson, menekankan perlunya konsensus antara perusahaan AI dan pemerintah dalam menyusun kerangka pengaturan. Ia menilai bahwa kolaborasi antara pengembang teknologi, pembuat kebijakan, dan legislatif harus segera dilakukan. “Ini harus menjadi kemitraan yang melibatkan industri itu sendiri, bersama dengan pembuat kebijakan dan legislator,” tegasnya. Upaya ini diharapkan dapat mencegah risiko keamanan sistem dan memastikan pengembangan AI berlangsung secara bertanggung jawab.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

iPhone 18 Pro dan Duo Resmi Sertifikasi TKDN, Siap Masuk Indonesia
Tiga model iPhone terbaru telah mendapatkan sertifikat TKDN 40 persen, menandai langkah akhir sebelum peluncuran resmi di Indonesia pada 2026.
16 September 2026

Kamera iPhone Lebih dari Sekadar Memotret
Fitur tersembunyi pada kamera iPhone memungkinkan pemindaian dokumen, pembacaan teks, terjemahan, dan identifikasi objek secara langsung tanpa aplikasi tambahan.
16 September 2026

Honor Magic9 Hadirkan Revolusi Kamera dan Baterai Ekstrem
Honor resmi memperkenalkan Magic9 dengan kamera depan persegi 55 MP, kolaborasi sinematik dengan ARRI, dan versi Super Edition baterai 11.000 mAh.
16 September 2026

AI sebagai Otak Alien, Kecerdasan yang Melampaui Manusia
Ilmuwan OpenAI memperingatkan bahwa kecerdasan buatan yang berkembang pesat berpotensi melampaui manusia, memicu kekhawatiran akan kehilangan kendali dan ketertinggalan secara kognitif.
16 September 2026
Berita Lainnya

Maret Paling Banyak Libur Merah di 2027
Rabu, 16 September 2026, 11.46 WITA

7 Tipe Teman yang Mengancam Stabilitas Keuanganmu
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

9 Makanan yang Tak Boleh Disimpan di Kulkas
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

Makanan Sehat yang Dukung Fokus Anak Secara Alami
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

<Kunci Hotel dan Amplop Jangan Disimpan Bersamaan>
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

Syarat Ketat Angkut Mobil Listrik Naik Kapal
Rabu, 16 September 2026, 11.42 WITA

Yamaha Tunda Peluncuran Motor Listrik di RI
Rabu, 16 September 2026, 11.42 WITA

Huang: Regulasi Tak Perlu, Keamanan AI Jadi Tanggung Jawab Teknis
Rabu, 16 September 2026, 11.35 WITA


