Prabowo Dorong Evakuasi Medis Udara untuk Daerah Terpencil
Program ambulans udara mulai diuji coba untuk perkuat akses kesehatan darurat di wilayah terisolasi yang sulit dijangkau jalan darat.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 23.04 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 15x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto telah memulai langkah nyata dalam mewujudkan ambulans udara sebagai solusi akses kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan layanan medis darurat bisa sampai tanpa terkendala kondisi geografis atau infrastruktur yang minim. Uji coba operasional telah dilakukan melalui simulasi evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, sebagai langkah awal pengujian sistem dan kapasitas respons.
Program ini dirancang untuk mempercepat penanganan kasus kritis, terutama pada kondisi darurat seperti persalinan, kecelakaan, atau penyakit akut yang membutuhkan penanganan segera. Prabowo menekankan pentingnya ketersediaan sarana transportasi udara yang mampu mendarat di berbagai medan, termasuk lapangan rumput, pasir, atau tepi sungai, agar tidak ada warga yang tertunda pertolongan karena jarak atau kondisi jalan.
Dalam pernyataannya, Prabowo menyampaikan keprihatinan atas jumlah ibu yang meninggal akibat perjalanan panjang saat melahirkan, terutama di wilayah dengan akses terbatas. Ia menyoroti bahwa perjalanan hingga tujuh hingga sembilan jam sering kali berakibat fatal karena tidak adanya sarana evakuasi cepat. Dengan ambulans udara, harapannya masyarakat di daerah terpencil bisa mendapatkan pertolongan medis dalam waktu singkat, bahkan dalam kondisi darurat.
Tujuan utama program ini adalah menciptakan sistem kesehatan nasional yang inklusif dan responsif, terlepas dari lokasi geografis. Dengan memanfaatkan teknologi dan infrastruktur udara, pemerintah berkomitmen menjamin setiap warga, terutama yang tinggal di daerah terpencil, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang memadai dan tepat waktu.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Subsidi BBM dan LPG 3 Kg Dipangkas untuk 2027
Pemerintah dan DPR setuju mengurangi anggaran subsidi BBM dan LPG 3 kg di RAPBN 2027, menurunkan alokasi menjadi Rp131,39 triliun dari usulan semula Rp142,8 triliun.
28 September 2026

Pemerintah Tancap Gas Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi
Pemerintah siapkan anggaran Rp17 triliun untuk mempercepat ekosistem peternakan terintegrasi di lima wilayah, termasuk Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung program Makan Bergizi Gratis.
28 September 2026

Prabowo Tegaskan Kesetaraan Layanan Kesehatan untuk Semua Pasien
Presiden Prabowo Subianto instruksikan seluruh rumah sakit, termasuk swasta, memberikan layanan setara bagi pasien BPJS dan non-BPJS, sambil dukung pencairan dana Rp20 triliun untuk perkuat sistem kesehatan nasional.
28 September 2026

Antrean Haji RI Dipangkas Jadi 14 Tahun Berkat Validasi Data
Kemenhaj berhasil mempersingkat masa tunggu keberangkatan jemaah haji dari 49 tahun menjadi 14 tahun setelah menemukan 400 ribu data tidak valid.
28 September 2026
Berita Lainnya

IHSG Terpanggang di 6.181 Usai Batas Harga Saham Rp1 Diberlakukan
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

28 Saham Sentuh Level Rp43 Pasca Penurunan Batas Harga Minimum
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

BEI Bantah Aturan Harga Saham Rp1 Picu Penurunan IHSG
Senin, 28 September 2026, 23.26 WITA

Bayan Jamin Operasional Normal PascaTransaksi Saham 30 Persen
Senin, 28 September 2026, 23.26 WITA

BEI Mulai Short Selling 1 Oktober, Wajib Setor Rp50 Juta
Senin, 28 September 2026, 23.25 WITA

Pilot dan Tahanan Bersatu Selamatkan Penumpang di Pulau Terpencil
Senin, 28 September 2026, 23.20 WITA

Mojtaba Khamenei Klaim Keberhasilan Usir Musuh dari Laut Arab
Senin, 28 September 2026, 23.05 WITA

Rusia Dilemahkan di Ukraina, Tidak Mampu Serang NATO Secara Besar-besaran
Senin, 28 September 2026, 23.05 WITA

