Temuan Fasilitas Mewah dan Pungli di Lapas Cibinong Dibahas DPR
Ombudsman RI mengungkap dugaan fasilitas mewah, pungli, dan kartu rumah sakit atas nama narapidana di Lapas Cibinong, yang kini ditindaklanjuti dalam rapat dengan Komisi II DPR.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 09.03 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Komisi II DPR RI menggelar rapat kerja dengan Ombudsman RI untuk membahas temuan fasilitas eksklusif di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, yang menimbulkan kontroversi publik. Rapat ini menjadi langkah formal dalam menindaklanjuti hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh lembaga pengawas pelayanan publik. Ketua Komisi II, Rifqinizamy Karsayuda, menegaskan bahwa forum ini bertujuan untuk mendapatkan penjelasan faktual dan objektif terkait pengawasan yang dilakukan Ombudsman di lokasi tersebut.
Salah satu temuan krusial adalah adanya hunian mewah yang diduga ditempati oleh narapidana Jimmy Masrin, mantan eksekutif perusahaan yang terbukti merugikan negara sebesar Rp1 triliun melalui kasus kredit fiktif. Ombudsman menyatakan telah melihat foto Jimmy terpampang di bawah televisi dalam salah satu hunian khusus, meski belum bisa memastikan secara pasti status penghuni. Pihak Ombudsman menyerahkan konfirmasi lebih lanjut kepada Kementerian Hukum dan HAM sebagai otoritas penanggung jawab lembaga pemasyarakatan.
Dalam sidak, Ombudsman juga menemukan CCTV yang dipasang di area hunian mewah, meski belum dapat memastikan apakah perangkat itu berfungsi secara aktif. Pernyataan ini bertentangan dengan pernyataan Kepala Lapas nonaktif Wisnu Hani Putranto yang menyatakan tidak ada kamera pengawas di area tersebut. Pertanyaan dari anggota Komisi XIII DPR RI mengenai alasan tidak dipasangnya CCTV di hunian khusus mengindikasikan adanya kekhawatiran terhadap pengawasan yang tidak transparan.
Selain fasilitas mewah, Ombudsman mengungkap praktik pungli yang diduga masih berlangsung di Lapas Cibinong dan Rutan Pondok Bambu. Narapidana atau keluarganya diduga diminta membayar Rp150 ribu per minggu untuk fasilitas dasar, sementara di Rutan Pondok Bambu, biaya sebesar Rp250 juta diperlukan untuk membawa ponsel ke dalam rutan. Bahkan, biaya Rp500 ribu dikenakan jika narapidana ingin pindah kamar. Temuan ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara standar layanan yang dijamin oleh peraturan dan kenyataan di lapangan.
Sebagai tambahan, Ombudsman juga menemukan kartu rumah sakit atas nama Hansen Setiawan, Direktur Utama PT Sentra Usahatama yang divonis atas kasus importasi gula ilegal. Kartu tersebut ditemukan di salah satu bangunan dalam kompleks Lapas Cibinong. Ombudsman menekankan bahwa temuan-temuan ini bukan sekadar dugaan, melainkan hasil dari pengamatan langsung dan wawancara dengan keluarga narapidana. Pihak Ombudsman menegaskan bahwa tidak hadirnya dalam rapat sebelumnya dengan Komisi XIII karena belum menerima undangan resmi, namun tetap menghargai proses pengawasan parlemen.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Netanyahu Bertemu Pejabat 10 Negara dalam Kunjungan Rahasia ke UEA
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan pertemuan tertutup dengan perwakilan dari 10 negara saat kunjungan rahasia ke Uni Emirat Arab, fokus pada kerja sama keamanan dan strategi regional terhadap ancaman bersama.
30 September 2026

Perempuan Pertama Pimpin Pemerintahan Maroko
Raja Maroko menunjuk Fatima Ezzahra El Mansouri sebagai perdana menteri perempuan pertama dalam sejarah negara, setelah partainya meraih kemenangan dalam pemilu.
30 September 2026

Kejanggalan Data Pendidikan Gibran di Tiga Institusi
Pengacara Refly Harun menyoroti ketidaksesuaian data kelulusan Gibran Rakabuming Raka antara Kemendikbud, KPU, dan Setneg, menyoroti munculnya tahun 2006 dalam SK Kemendikbud padahal periode studi disebut 2004–2007.
30 September 2026

Gubernur Imbau Warga Jatim Kibarkan Bendera Setengah Tiang Hari Ini
Gubernur Jawa Timur meminta seluruh warga mengibarkan bendera merah putih setengah tiang pada 30 September sebagai bentuk penghormatan atas peristiwa G30S, dilanjutkan pengibaran penuh pada 1 Oktober untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila.
30 September 2026
Berita Lainnya

Bebe Rexha Ungkap Bantuan Taylor Swift Saat Kesulitan Gaun di Grammy 2019
Rabu, 30 September 2026, 09.27 WITA

Kejagung Perluas Penyidikan Korupsi MBG dengan Tersangka Baru dari TNI
Rabu, 30 September 2026, 09.08 WITA

Buku Sastra 'Memburu Muhammad' Dihadapkan pada Tekanan dan Ancaman
Rabu, 30 September 2026, 09.07 WITA

Rabbi Israel Tolak Hak Palestina, Kecaman Global Menguat
Rabu, 30 September 2026, 09.07 WITA

Gurun Atacama Berubah Jadi Padang Bunga Akibat Hujan Lebat
Rabu, 30 September 2026, 09.07 WITA

Malaysia Mulai Pulangkan Ribu Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

MK Tak Berwenang Adili Gugatan Pencalonan Politik
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

Oposisi Israel Bentuk Tim Gabungan Hadapi Pemilu
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

