Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

457 Kebakaran Terjadi di Jakarta Dua Bulan, Jakbar dan Jaktim Paling Rawan

Dalam dua bulan, Jakarta mencatat 457 kejadian kebakaran, dengan dominasi di Jakarta Barat dan Jakarta Timur akibat korsleting listrik dan kondisi musim kemarau.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 11.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
457 Kebakaran Terjadi di Jakarta Dua Bulan, Jakbar dan Jaktim Paling Rawan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam periode Juli hingga Agustus 2026, ibu kota mencatat 457 insiden kebakaran yang dilaporkan secara resmi. Gubernur DKI Jakarta menyampaikan temuan tersebut dalam paparan di Lapangan Monas, menegaskan bahwa sebanyak 240 kejadian terjadi pada bulan Agustus saja, menunjukkan tren meningkatnya risiko kebakaran dalam rentang waktu yang relatif singkat.

Wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi adalah Jakarta Barat, disusul oleh Jakarta Timur. Kedua daerah ini dinilai memiliki potensi tinggi karena kepadatan penduduk dan struktur permukiman yang berisiko. Tambora di Jakarta Barat serta Cakung di Jakarta Timur disebut sebagai titik kritis berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Penyebab utama kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik, yang menjadi faktor dominan. Selain itu, pembakaran sampah dan kelalaian warga seperti membuang puntung rokok sembarangan turut berkontribusi. Kondisi cuaca panas dan kering akibat musim kemarau yang berkepanjangan turut memperparah potensi kebakaran, terutama di area permukiman padat yang memiliki akses terbatas.

Untuk memperkuat mitigasi, Gubernur menginstruksikan setiap RW memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Instruksi ini telah berjalan secara nasional, dan dinyatakan bahwa seluruh RW kini telah memiliki peralatan tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya sistematis dalam menekan angka kebakaran dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya