Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Suahasil Dilantik Jadi Menteri Keuangan, Tantangan Fiskal Makin Ketat

Suahasil Nazara resmi menjabat Menteri Keuangan, dihadapkan pada tantangan menjaga kredibilitas fiskal di tengah ruang anggaran terbatas dan tekanan ekonomi global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
Suahasil Dilantik Jadi Menteri Keuangan, Tantangan Fiskal Makin Ketat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Suahasil Nazara secara resmi mengambil alih jabatan Menteri Keuangan dalam pelantikan di Istana Negara, Senin (14/9/2026), menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Penunjukan ini menandai kelanjutan dari kebijakan fiskal yang telah berjalan, dengan harapan transisi berjalan lancar berkat rekam jejak panjangnya di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia diharapkan mampu menjaga stabilitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah dinamika ekonomi yang kompleks.

Para ekonom menilai pengalaman teknokratik Suahasil menjadi modal utama untuk menjaga konsistensi kebijakan. Lead Economist Danamon Indonesia Irman Faiz menyatakan bahwa latar belakangnya dalam penyusunan APBN, pengelolaan penerimaan, belanja, dan pembiayaan memungkinkan keterusannya tanpa hambatan besar. Hal serupa disampaikan ekonom UOB Kay Hian Surya Wijaksana, yang menilai kredibilitas Suahasil akan menjadi penopang sentimen positif di pasar keuangan.

Namun, tantangan yang dihadapi tak bisa dianggap remeh. APBN 2027 dirancang dengan pendapatan Rp3.426 triliun, belanja Rp4.097,2 triliun, dan defisit 2,40% terhadap PDB, menunjukkan ruang fiskal yang sangat terbatas. Josua Pardede dari Bank Permata menekankan perlunya selektivitas dalam prioritas belanja, memastikan anggaran tidak hanya menopang pertumbuhan tetapi juga tetap disiplin. Kebijakan harus mampu mempertahankan aturan fiskal 3% sebagai jangkar kredibilitas.

Ekonom BCA David Sumual menyoroti tekanan eksternal yang juga menghimpit, seperti fluktuasi harga minyak global, inflasi akibat dampak el Nino, serta tren suku bunga internasional yang tinggi. Sementara itu, Surya Wijaksana menambahkan bahwa isu domestik seperti lapangan kerja dan harga bahan pokok turut memengaruhi daya beli masyarakat, yang pada akhirnya berdampak pada kinerja fiskal. Suahasil diharapkan mampu menjawab tantangan ini tanpa menurunkan kualitas pelayanan publik.

Setelah pelantikan, Suahasil menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan keuangan negara. Ia menyatakan fokus utamanya adalah menjaga kredibilitas APBN agar tetap menjadi alat mendukung program prioritas pemerintah tanpa mengorbankan disiplin anggaran. Dengan pengalaman yang dimiliki, ia kini menghadapi pekerjaan rumah besar: memastikan kesinambungan fiskal sekaligus memberi ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya