Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Cadangan Devisa RI Siap Tembus Rp147,5 Triliun

Bank Indonesia memperkirakan cadangan devisa akan naik menjadi US$147,5 miliar pada akhir 2026, didukung aliran dari Kementerian Keuangan melalui penerimaan pajak dan penarikan pinjaman luar negeri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 15.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Cadangan Devisa RI Siap Tembus Rp147,5 Triliun📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Cadangan devisa Indonesia diperkirakan akan melampaui angka US$147,5 miliar pada akhir tahun ini, menunjukkan peningkatan dari posisi per Agustus 2026 yang sebesar US$146,5 miliar. Kenaikan ini menjadi bagian dari strategi penguatan stabilitas eksternal negara, sekaligus menjadi indikator kesiapan sistem keuangan nasional menghadapi tekanan global. Peningkatan tersebut dipicu oleh aliran dana dari Kementerian Keuangan, khususnya dari penerimaan pajak dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan perkiraan ini dalam rapat kerja gabungan di Dewan Perwakilan Daerah, Jakarta. Ia menekankan pentingnya sinergi antarlembaga, termasuk mengingatkan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu untuk tetap menjaga aliran dana yang mendukung posisi cadangan devisa. Ia menyampaikan harapan agar penambahan dana dari pihak Kemenkeu dapat terealisasi, sehingga cadangan devisa bisa berada di atas ambang batas 3 bulan impor.

Saat ini, cadangan devisa Indonesia berada di level 5,4 bulan impor—jauh melampaui ambang batas minimal. Dengan penambahan dana yang diharapkan, posisi ini diperkirakan akan semakin kokoh. Peningkatan ini terjadi meskipun Bank Indonesia tetap menerapkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah, terutama dalam kondisi pasar keuangan global yang masih dinamis dan penuh ketidakpastian.

Pertumbuhan cadangan devisa juga mencerminkan keberhasilan pengelolaan kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi dengan baik. Peningkatan dari US$145,3 miliar pada Juli 2026 ke US$146,5 miliar pada Agustus menunjukkan arus modal yang positif. Hal ini didukung oleh kinerja fiskal yang baik serta kebijakan yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya