Asing Jual Bersih Rp664 Miliar, Tekanan Jatuhkan IHSG
Investor asing mencatat aksi jual bersih Rp664,34 miliar pada sesi I perdagangan, didorong pelemahan saham emiten tambang dan tekanan geopolitik global.
Redaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada awal perdagangan sesi I hari ini, Senin (14/9/2026), menutup sesi dengan penurunan 111,50 poin atau 1,70% ke level 6.429,88. Penurunan ini didorong dominasi saham-saham emiten pertambangan yang anjlok tajam, terutama PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang menyumbang penurunan indeks terbesar dengan kontribusi minus 23,84 poin setelah harga sahamnya merosot 35,02%. Emas, tembaga, dan batubara menjadi fokus penurunan, dengan sektor energi menjadi yang paling terdampak dengan penurunan 4,87%.
Pemicu utama pelemahan pasar berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyusul serangan Houthi terhadap Arab Saudi dan gangguan jalur pelayaran di Teluk. Hal ini mendorong harga minyak dunia melonjak ke atas US$100 per barel. Di sisi lain, data inflasi AS bulan Agustus yang lebih tinggi dari perkiraan menguatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan 15–16 September 2026, dengan probabilitas mencapai 87,3% menurut CME FedWatch.
Pada sesi I, investor asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) senilai Rp664,34 miliar di seluruh pasar, dengan nilai transaksi jual mencapai Rp2,63 triliun dan beli sebesar Rp1,97 triliun. Aksi jual terbesar terjadi pada PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dengan nilai Rp164,81 miliar, disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) senilai Rp127,90 miliar dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) sebesar Rp124,55 miliar. Saham lain yang menjadi target jual antara lain PT Timah Tbk. (TINS), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO).
Di sisi lain, sejumlah emiten tetap menjadi incaran investor asing. PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) menjadi saham dengan pembelian bersih terbesar sebesar Rp42,53 miliar, diikuti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) dengan nilai Rp33,46 miliar. Investor asing juga membeli secara signifikan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), masing-masing senilai Rp30,35 miliar, Rp21,34 miliar, dan Rp18,37 miliar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Purbaya Dorong Optimalisasi Dana Daerah, Jangan Hanya Simpan di Bank
Menteri Keuangan meminta pemerintah daerah memaksimalkan penggunaan dana, bukan hanya menaruhnya di bank, demi pertumbuhan ekonomi yang lebih efektif.
14 September 2026

Menteri Keuangan Bantah Isu Pengalihan Payroll dari BPD ke Himbara
Menteri Keuangan menegaskan tidak ada kebijakan pengalihan penggajian ASN dari BPD ke Himbara, menanggapi teguran Mendagri akibat isu yang menyebar tanpa dasar.
14 September 2026

Penguatan Ekosistem Otomotif Indonesia di Tengah Tantangan Global
Forum diskusi bersama pelaku industri dan pemerintah membahas strategi memperkuat sektor otomotif nasional, khususnya kendaraan listrik dan ketahanan rantai pasok di tengah disrupsi global.
14 September 2026

Cadangan Devisa RI Siap Tembus Rp147,5 Triliun
Bank Indonesia memperkirakan cadangan devisa akan naik menjadi US$147,5 miliar pada akhir 2026, didukung aliran dari Kementerian Keuangan melalui penerimaan pajak dan penarikan pinjaman luar negeri.
14 September 2026
Berita Lainnya

Hak Penumpang Saat Penerbangan Dibatalkan atau Terlambat
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

BAIC Perluas Jaringan Dealer di Jakarta dan Wilayah Lain
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

Sistem Ganjil-Genap BBM Subsidi Diberlakukan di Sulsel
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Penjualan Motor Nasional Turun Agustus, Industri Tetap Optimistis
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Motor dengan Tangki BBM Besar untuk Perjalanan Jauh
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Platform Digital yang Melanggar PP Tunas Siap Denda hingga Diblokir
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

7.000 Kawasan Kumuh Masih Jadi Tantangan, AHY Soroti Penanganan Bertahap
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

Purbaya Tegaskan Tidak Ada Ruang bagi Pelanggar Aturan
Senin, 14 September 2026, 15.36 WITA


