Menteri Keuangan Bantah Isu Pengalihan Payroll dari BPD ke Himbara
Menteri Keuangan menegaskan tidak ada kebijakan pengalihan penggajian ASN dari BPD ke Himbara, menanggapi teguran Mendagri akibat isu yang menyebar tanpa dasar.
Redaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Isu pengalihan sistem penggajian aparatur sipil negara (ASN) dari bank pembangunan daerah (BPD) ke himpunan bank milik negara (Himbara) kembali mencuat, memicu respons tegas dari Menteri Dalam Negeri. Dalam rapat kerja gabungan dengan Komite IV DPD RI, Menteri Keuangan menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak pernah dirancang oleh kementeriannya, bahkan disebutkan secara langsung oleh Mendagri sebagai ancaman terhadap stabilitas keuangan BPD.
Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan bahwa kejutan datang saat Mendagri secara tiba-tiba menanyakannya soal kebijakan yang tak pernah ada. Ia mengungkapkan bahwa pertanyaan itu muncul tanpa pemberitahuan sebelumnya, dan menekankan bahwa dirinya sendiri tidak pernah mengusulkan atau mempertimbangkan kebijakan semacam itu. Menurutnya, pelaksanaannya akan berdampak buruk terhadap kondisi keuangan BPD yang sudah terus melemah.
Ia menyoroti penurunan signifikan dana pihak ketiga (DPK) di BPD, yang disebabkan oleh pengurangan anggaran TKD dari pemerintah pusat. Dengan kondisi tersebut, menurut Purbaya, mengalihkan payroll ke BPD bukan pilihan yang realistis. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap memantau kondisi keuangan BPD secara intensif, dan tidak mungkin mengambil langkah yang berpotensi merusak kinerja perbankan daerah.
Purbaya juga menjelaskan bahwa selama ini hanya dua BPD yang menerima dana transfer dari pusat melalui Himbara, yaitu DKI Jakarta sebesar Rp 2 triliun dan Jawa Timur sebesar Rp 1 triliun. Ia menekankan bahwa pemindahan dana tersebut dilakukan secara selektif dan berbasis kinerja, bukan sebagai kebijakan nasional yang mengancam BPD.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Asing Jual Bersih Rp664 Miliar, Tekanan Jatuhkan IHSG
Investor asing mencatat aksi jual bersih Rp664,34 miliar pada sesi I perdagangan, didorong pelemahan saham emiten tambang dan tekanan geopolitik global.
14 September 2026

Purbaya Dorong Optimalisasi Dana Daerah, Jangan Hanya Simpan di Bank
Menteri Keuangan meminta pemerintah daerah memaksimalkan penggunaan dana, bukan hanya menaruhnya di bank, demi pertumbuhan ekonomi yang lebih efektif.
14 September 2026

Penguatan Ekosistem Otomotif Indonesia di Tengah Tantangan Global
Forum diskusi bersama pelaku industri dan pemerintah membahas strategi memperkuat sektor otomotif nasional, khususnya kendaraan listrik dan ketahanan rantai pasok di tengah disrupsi global.
14 September 2026

Cadangan Devisa RI Siap Tembus Rp147,5 Triliun
Bank Indonesia memperkirakan cadangan devisa akan naik menjadi US$147,5 miliar pada akhir 2026, didukung aliran dari Kementerian Keuangan melalui penerimaan pajak dan penarikan pinjaman luar negeri.
14 September 2026
Berita Lainnya

Hak Penumpang Saat Penerbangan Dibatalkan atau Terlambat
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

BAIC Perluas Jaringan Dealer di Jakarta dan Wilayah Lain
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

Sistem Ganjil-Genap BBM Subsidi Diberlakukan di Sulsel
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Penjualan Motor Nasional Turun Agustus, Industri Tetap Optimistis
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Motor dengan Tangki BBM Besar untuk Perjalanan Jauh
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Platform Digital yang Melanggar PP Tunas Siap Denda hingga Diblokir
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

7.000 Kawasan Kumuh Masih Jadi Tantangan, AHY Soroti Penanganan Bertahap
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

Purbaya Tegaskan Tidak Ada Ruang bagi Pelanggar Aturan
Senin, 14 September 2026, 15.36 WITA


