Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Anggap Kekhawatiran AI Terlalu Ekstrem

Presiden AS Donald Trump menilai kekhawatiran terhadap risiko kecerdasan buatan berlebihan, menegaskan bahwa ancaman yang dikemukakan sebagian pihak tidak realistis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 07.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Trump Anggap Kekhawatiran AI Terlalu Ekstrem📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan sikap skeptis terhadap narasi yang menyebut kecerdasan buatan sebagai ancaman besar bagi umat manusia. Dalam kunjungan ke Irlandia pada hari Minggu (13/9), Trump menyoroti adanya kelompok yang secara berlebihan memperbesar potensi bahaya dari teknologi AI, menilai bahwa banyak kekhawatiran yang disampaikan tidak didukung oleh realitas mendesak. Ia menekankan bahwa upaya untuk memperlambat pengembangan AI justru menghambat inovasi yang bisa memberi manfaat luas.

Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan dalam industri AI, setelah seorang peneliti bernama Jacob Coxon mengundurkan diri dari sektor tersebut. Dalam unggahan di platform X, Coxon menyatakan bahwa perusahaan seperti OpenAI dan Anthropic sedang mengambil risiko besar dengan mengejar kecerdasan yang mampu mengembangkan dirinya sendiri, yang menurutnya bisa berujung pada ancaman terhadap keberlangsungan hidup manusia. Ia menegaskan keyakinan bahwa teknologi ini bisa menjadi ancaman global pada akhir dekade ini.

Respons terhadap pernyataan Coxon langsung muncul dari para pemimpin perusahaan AI. Dario Amodei, CEO Anthropic, menyerukan perlambatan dalam pengembangan sistem AI, khususnya untuk model yang berpotensi mencapai tingkat kesadaran tinggi. Sam Altman, CEO OpenAI, serta Elon Musk, pemilik xAI, ikut menyatakan dukungan terhadap tindakan pencegahan tersebut. Mereka menekankan pentingnya menjaga keamanan teknologi seiring dengan percepatan inovasi.

Keputusan OpenAI untuk menunda rencana penawaran saham perdana (IPO) pada tahun ini turut menjadi bagian dari respons terhadap kekhawatiran publik. Altman mengungkapkan bahwa faktor keselamatan teknologi menjadi salah satu alasan utama di balik keputusan tersebut. Langkah ini menunjukkan bahwa sejumlah pemimpin industri menyadari risiko yang mungkin timbul dari kecepatan pengembangan AI yang tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya