Gerakan Cinta Rupiah: Aksi Simbolis di Tengah Krisis 1998
Putri Presiden Soeharto memimpin gerakan nasional untuk menguatkan rupiah dengan menukar dolar dan emas pribadi, diikuti pejabat, menteri, dan pengusaha, namun efektivitasnya terbatas di tengah krisis ekonomi mendalam.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 13 September 2026, 15.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada awal 1998, Indonesia tengah dilanda krisis moneter akibat dampak krisis keuangan Asia yang bermula dari krisis baht Thailand. Nilai tukar rupiah melemah drastis, melambung dari kisaran Rp2.000 per dolar AS menjadi lebih dari Rp10.000, bahkan sempat menyentuh level Rp16.000. Di tengah keguncangan ini, muncul inisiatif sosial yang bertujuan memulihkan kepercayaan publik terhadap mata uang nasional. Gerakan Cinta Rupiah (Getar) diluncurkan oleh Siti Hardijanti Rukamana, putri sulung Presiden Soeharto, yang mengajak masyarakat melepas simpanan dolar demi menyelamatkan nilai rupiah.
Langkah pertama diambil secara langsung oleh tokoh yang memimpin gerakan tersebut. Mbak Tutut menyerahkan dana pribadi sebesar US$ 50 ribu untuk ditukar menjadi rupiah. Ia juga turut menyumbangkan dua kilogram emas miliknya ke negara, sebagai bentuk komitmen moral. Aksi ini menjadi simbol keberpihakan terhadap rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi. Gerakan ini kemudian mendapat respons cepat dari berbagai kalangan, termasuk pejabat tinggi negara dan tokoh ekonomi.
Banyak pejabat, termasuk anggota MPR dan tokoh militer seperti Susilo Bambang Yudhoyono, ikut serta dalam aksi pertukaran dolar di Bank Indonesia. Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad dan Gubernur Bank Indonesia Soedradjad Djiwandono juga turut berpartisipasi. Secara kolektif, dana dari aksi pertama ini mencapai sekitar US$ 650 ribu. Di kalangan pengusaha, Aburizal Bakrie, The Ning King, dan Imam Taufik masing-masing menyerahkan US$ 100 ribu, sementara Sukamdani Sahid Gitosardjono menyumbang US$ 50.100 serta 1 kilogram emas, menjadi salah satu penyumbang terbesar perorangan pada masa itu.
Meski mendapat dukungan publik dan pemberitaan luas, gerakan ini dikritik karena dianggap tidak mampu menyelesaikan krisis secara struktural. Total dana yang terkumpul diperkirakan tidak lebih dari US$ 5 juta, jauh di bawah kebutuhan devisa nasional yang mencapai miliaran dolar AS. Kritik tajam muncul dari kalangan ekonom, termasuk pengusaha Fahmi Idris, yang menyatakan bahwa aksi ini tidak akan mengubah tren pelemahan rupiah. Krisis berlanjut, harga barang pokok melonjak, dan akhirnya memicu gelombang protes sosial yang berujung pada jatuhnya rezim Orde Baru pada 21 Mei 1998.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BRICS di India: Koalisi Global South Hadapi Tantangan Internal dan Eksternal
Konferensi Tingkat Tinggi BRICS di New Delhi menyoroti ambisi kolektif negara-negara Global South, meski dihadapkan pada ketergantungan dolar dan perbedaan kebijakan strategis yang melemahkan kohesi blok.
13 September 2026

BRICS Dorong Integrasi Ekonomi Hadapi Tekanan Barat
Presiden Iran dan Rusia serukan perkuat kerja sama ekonomi global melalui mata uang lokal dan perluasan integrasi BRICS demi tahan tekanan sanksi dan ketidakstabilan pasar.
13 September 2026

Lima Tahun Integrasi, UMi Dorong Jutaan UMKM Naik Kelas
Holding Ultra Mikro mencatatkan keberhasilan signifikan dalam pemberdayaan ekonomi rakyat dengan mendorong 2,3 juta debitur naik kelas hingga akhir triwulan II 2026.
13 September 2026

Lima Tanda Kehidupan Ekonomi Terbatas di Masyarakat
Kondisi keuangan yang terus terhimpit dapat dikenali melalui akses tempat tinggal, jenis pekerjaan, ketiadaan tabungan, gaya hidup terbatas, dan kesulitan menjangkau pendidikan tinggi.
13 September 2026
Berita Lainnya

Prabowo Tiba di New Delhi Hadiri KTT BRICS ke-18
Minggu, 13 September 2026, 15.39 WITA

Penutupan Pipa Minyak Utama Picu Krisis Global
Minggu, 13 September 2026, 15.37 WITA

Prabowo Ajak BRICS Perkuat Sistem Global Berkelanjutan
Minggu, 13 September 2026, 15.35 WITA

50 Perusahaan Disegel Usai Picu Karhutla, 138 Tersangka Ditetapkan
Minggu, 13 September 2026, 15.35 WITA

Amran Dapat Perintah Langsung Prabowo Tindak Mafia Beras
Minggu, 13 September 2026, 15.28 WITA

Ruben Onsu Minta Maaf, Janji Transparansi Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Betrand Peto
Minggu, 13 September 2026, 15.21 WITA
Betrand Peto Dilaporkan Terkait Dugaan Kekerasan Seksual
Minggu, 13 September 2026, 15.20 WITA

WR155R Jaga Stabilitas Pasar di Segmen Trail
Minggu, 13 September 2026, 11.49 WITA


