Penutupan Pipa Minyak Utama Picu Krisis Global
Penutupan East-West Pipeline di Arab Saudi akibat serangan drone dari Irak memicu krisis energi global, dengan pasokan minyak mentah turun ke level terendah dalam 30 tahun.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 13 September 2026, 15.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Serangan drone yang menghantam infrastruktur vital di wilayah selatan Arab Saudi memaksa pemerintah kerajaan menutup total East-West Pipeline, jalur utama distribusi minyak sepanjang 1.200 kilometer. Insiden ini terjadi pada awal September 2026, menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang kian memburuk. Kementerian Luar Negeri Saudi mengonfirmasi adanya kerusakan parah pada pipa serta korban cedera, menyebabkan produksi minyak mentah kerajaan anjlok secara signifikan.
Pipa yang selama enam bulan terakhir menjadi penopang pasokan energi global kini berhenti beroperasi. Sebelumnya, jalur ini menyalurkan antara 4 hingga 5 juta barel per hari—setara dengan sekitar 5% dari total pasokan minyak dunia—terutama setelah Selat Hormuz sempat diblokir akibat perang. Kini, pergerakan pasar minyak mentah global mengalami gangguan besar, dengan harga minyak mentah dunia mulai melonjak. Di pasar AS, harga solar eceran melampaui angka US$ 6 per galon, menimbulkan kekhawatiran ekonomi yang meluas.
Respons dari Irak terbilang tegas: seorang komandan militer dan kepala kepolisian di Provinsi Maysan, daerah perbatasan dengan Iran, dipecat, sementara pos lintas batas utama ditutup sementara. Serangan yang dikaitkan dengan milisi pro-Iran di Irak tersebut menimbulkan ketegangan diplomatik yang memburuk. Di Yaman, kelompok Houthi yang didukung Garda Revolusi Iran berhasil merebut pulau strategis Perim di Selat Bab el-Mandeb, memperparah ancaman terhadap jalur perdagangan global.
Washington menolak intervensi militer langsung, meskipun Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah mengajukan permintaan bantuan secara mendesak. AS hanya menawarkan dukungan intelijen, sementara diplomasi regional dengan Iran di Oman terhenti. Pejabat parlemen Iran menegaskan bahwa semua negosiasi akan sia-sia selama tekanan dari Washington dan sekutunya belum berhenti. Kini, pasar global terus menanti langkah strategis dari produsen minyak utama untuk menstabilkan situasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prabowo Tiba di New Delhi Hadiri KTT BRICS ke-18
Presiden Prabowo Subianto tiba di New Delhi, India, pada Jumat malam untuk menghadiri KTT BRICS ke-18 yang digelar 12–13 September 2026.
13 September 2026

Prabowo Ajak BRICS Perkuat Sistem Global Berkelanjutan
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya reformasi PBB dan kerja sama kolektif BRICS dalam menjaga stabilitas pangan, energi, serta kedaulatan negara di tengah kompleksitas global.
13 September 2026
Hubungan Prabowo-Jokowi Terancam Retak Akibat Pemangkasan Kelompok "Gang Solo
Pemangkasan kelompok "Gang Solo" di lingkaran kepresidenan memicu spekulasi retaknya hubungan erat antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo, yang sebelumnya dikenal solid dalam koalisi politik.
13 September 2026

Mantan Menteri Agama Jualan Beras di Glodok, Keluarga Tak Tahu
Mantan Menteri Agama RI Saifuddin Zuhri, yang menjabat 1962–1967, memilih berdagang beras di Pasar Glodok pada era 1980-an, menyembunyikan profesi tersebut dari keluarga hingga terbongkar secara tak sengaja.
13 September 2026
Berita Lainnya

BRICS di India: Koalisi Global South Hadapi Tantangan Internal dan Eksternal
Minggu, 13 September 2026, 15.40 WITA

BRICS Dorong Integrasi Ekonomi Hadapi Tekanan Barat
Minggu, 13 September 2026, 15.36 WITA

50 Perusahaan Disegel Usai Picu Karhutla, 138 Tersangka Ditetapkan
Minggu, 13 September 2026, 15.35 WITA

Gerakan Cinta Rupiah: Aksi Simbolis di Tengah Krisis 1998
Minggu, 13 September 2026, 15.34 WITA

Amran Dapat Perintah Langsung Prabowo Tindak Mafia Beras
Minggu, 13 September 2026, 15.28 WITA

Lima Tahun Integrasi, UMi Dorong Jutaan UMKM Naik Kelas
Minggu, 13 September 2026, 15.28 WITA

Ruben Onsu Minta Maaf, Janji Transparansi Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Betrand Peto
Minggu, 13 September 2026, 15.21 WITA
Betrand Peto Dilaporkan Terkait Dugaan Kekerasan Seksual
Minggu, 13 September 2026, 15.20 WITA


