Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hubungan Prabowo-Jokowi Terancam Retak Akibat Pemangkasan Kelompok "Gang Solo

Pemangkasan kelompok "Gang Solo" di lingkaran kepresidenan memicu spekulasi retaknya hubungan erat antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo, yang sebelumnya dikenal solid dalam koalisi politik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 13 September 2026, 11.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Pemangkasan struktur kelompok "Gang Solo" di lingkungan kepresidenan menjadi isu sentral yang memicu analisis mendalam mengenai dinamika kekuasaan di pemerintahan. Langkah tersebut, yang dilakukan tanpa pengumuman resmi, menandai perubahan signifikan dalam konsolidasi kekuasaan antara tokoh-tokoh kunci dalam koalisi pemerintahan. Beberapa sumber internal menyebut pemangkasan ini sebagai bagian dari upaya restrukturisasi yang lebih luas, namun menimbulkan tanda tanya terkait arah kebijakan politik jangka panjang.

Kehadiran "Gang Solo" selama ini dianggap sebagai jembatan komunikasi antara Prabowo Subianto, yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan, dan Presiden Joko Widodo. Pengurangan peran kelompok ini dinilai mengurangi saluran komunikasi langsung yang selama ini menjadi ciri khas kerja sama antara kedua tokoh. Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait, narasi bahwa hubungan keduanya mulai mengalami ketegangan mulai menyebar di kalangan analis politik dan lingkaran internal.

Beberapa sumber yang enggan disebut namanya menyatakan bahwa perubahan ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan hasil dari proses internal yang telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Pemangkasan dianggap sebagai respons terhadap dinamika politik yang semakin kompleks, termasuk tekanan dari berbagai kelompok kepentingan dalam koalisi. Namun, ada juga yang menyebut bahwa keputusan ini mungkin mengindikasikan ketegangan terkait arah kebijakan strategis, terutama dalam isu pertahanan dan keamanan nasional.

Pihak Prabowo belum memberikan pernyataan resmi terkait perubahan struktur ini, tetapi sumber dekat menyebut bahwa tokoh tersebut tetap menjaga komunikasi dengan Presiden secara langsung. Namun, keberadaan "Gang Solo" yang dulu menjadi simbol solidaritas politik kini tampaknya tidak lagi menjadi bagian dari mekanisme kerja yang rutin. Hal ini memperkuat spekulasi bahwa dinamika kekuasaan di level tertinggi tengah mengalami transformasi yang mendalam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya