Hubungan Prabowo-Jokowi Terancam Retak Akibat Pemangkasan Kelompok "Gang Solo
Pemangkasan kelompok "Gang Solo" di lingkaran kepresidenan memicu spekulasi retaknya hubungan erat antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo, yang sebelumnya dikenal solid dalam koalisi politik.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 13 September 2026, 11.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibukaKendari, ıNarasikita - Pemangkasan struktur kelompok "Gang Solo" di lingkungan kepresidenan menjadi isu sentral yang memicu analisis mendalam mengenai dinamika kekuasaan di pemerintahan. Langkah tersebut, yang dilakukan tanpa pengumuman resmi, menandai perubahan signifikan dalam konsolidasi kekuasaan antara tokoh-tokoh kunci dalam koalisi pemerintahan. Beberapa sumber internal menyebut pemangkasan ini sebagai bagian dari upaya restrukturisasi yang lebih luas, namun menimbulkan tanda tanya terkait arah kebijakan politik jangka panjang.
Kehadiran "Gang Solo" selama ini dianggap sebagai jembatan komunikasi antara Prabowo Subianto, yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan, dan Presiden Joko Widodo. Pengurangan peran kelompok ini dinilai mengurangi saluran komunikasi langsung yang selama ini menjadi ciri khas kerja sama antara kedua tokoh. Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait, narasi bahwa hubungan keduanya mulai mengalami ketegangan mulai menyebar di kalangan analis politik dan lingkaran internal.
Beberapa sumber yang enggan disebut namanya menyatakan bahwa perubahan ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan hasil dari proses internal yang telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Pemangkasan dianggap sebagai respons terhadap dinamika politik yang semakin kompleks, termasuk tekanan dari berbagai kelompok kepentingan dalam koalisi. Namun, ada juga yang menyebut bahwa keputusan ini mungkin mengindikasikan ketegangan terkait arah kebijakan strategis, terutama dalam isu pertahanan dan keamanan nasional.
Pihak Prabowo belum memberikan pernyataan resmi terkait perubahan struktur ini, tetapi sumber dekat menyebut bahwa tokoh tersebut tetap menjaga komunikasi dengan Presiden secara langsung. Namun, keberadaan "Gang Solo" yang dulu menjadi simbol solidaritas politik kini tampaknya tidak lagi menjadi bagian dari mekanisme kerja yang rutin. Hal ini memperkuat spekulasi bahwa dinamika kekuasaan di level tertinggi tengah mengalami transformasi yang mendalam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mantan Menteri Agama Jualan Beras di Glodok, Keluarga Tak Tahu
Mantan Menteri Agama RI Saifuddin Zuhri, yang menjabat 1962–1967, memilih berdagang beras di Pasar Glodok pada era 1980-an, menyembunyikan profesi tersebut dari keluarga hingga terbongkar secara tak sengaja.
13 September 2026

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Skandal pencurian uang tunai Rp10,18 miliar dari sofa penginapan milik Presiden Afrika Selatan memicu gelombang kritik dan upaya pemakzulan yang kini kembali bergulir di pengadilan.
12 September 2026

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Indonesia menegaskan komitmen terhadap perikanan skala kecil dengan perkuatan kebijakan dan program nyata seperti KNMP di forum internasional FAO.
12 September 2026

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Harga beberapa jenis bahan bakar minyak non subsidi di seluruh SPBU di Indonesia mengalami kenaikan mulai 1 September 2026, dengan kenaikan tertinggi pada produk bensin RON 98 dan solar premium.
12 September 2026
Berita Lainnya

WR155R Jaga Stabilitas Pasar di Segmen Trail
Minggu, 13 September 2026, 11.49 WITA

Hilux Rangga Siap Dukung Berbagai Sektor Usaha
Minggu, 13 September 2026, 11.48 WITA
Xiaomi 18 Fold Resmi Meluncur di Pasar Tiongkok
Minggu, 13 September 2026, 11.41 WITA

Mobil Liar Tabrak Siswa di Depan Sekolah, 6 Korban Luka
Minggu, 13 September 2026, 11.36 WITA

Modal Rp300 Juta untuk Buka Gerai Indomaret
Minggu, 13 September 2026, 11.35 WITA

Lima Tanda Kehidupan Ekonomi Terbatas di Masyarakat
Minggu, 13 September 2026, 11.34 WITA

Juicy Luicy Batal Tampil di Batam karena Ketidakpastian Penyelenggara
Minggu, 13 September 2026, 11.22 WITA

Dodhy Umumkan Pembubaran Kangen Band Akibat Kezaliman
Minggu, 13 September 2026, 11.21 WITA


