Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Skandal pencurian uang tunai Rp10,18 miliar dari sofa penginapan milik Presiden Afrika Selatan memicu gelombang kritik dan upaya pemakzulan yang kini kembali bergulir di pengadilan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada 2020, sebuah kejadian mencurigakan terjadi di penginapan satwa liar milik Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, saat sejumlah uang tunai senilai US$580.000—setara Rp10,18 miliar—yang disembunyikan secara rahasia di dalam sofa raib tanpa jejak. Kejadian itu baru menjadi perbincangan publik pada Juni 2022, setelah mantan kepala intelijen negara, Arthur Fraser, melaporkan kasus tersebut ke kepolisian dengan menuding adanya pelanggaran serius terkait pengelolaan keuangan dan tindakan rahasia di luar struktur resmi pemerintah.
Penyelidikan awal oleh parlemen menemukan bukti yang cukup untuk mempertanyakan tanggung jawab presiden, namun proses pemakzulan sempat terhenti karena dominasi partai ANC di Majelis Nasional. Namun, oposisi tidak menyerah dan menggugat keputusan tersebut ke Mahkamah Konstitusi. Pada Mei 2026, pengadilan tinggi mengabulkan gugatan, memerintahkan parlemen untuk kembali membuka proses penyelidikan terhadap Ramaphosa atas dugaan pelanggaran konstitusional.
Ramaphosa membantah tudingan dengan menyatakan bahwa uang tersebut berasal dari hasil penjualan kerbau kepada seorang pengusaha asal Sudan. Namun, pernyataan ini disambut dengan skeptisisme luas dan bahkan dianggap tidak meyakinkan oleh banyak pihak, termasuk kalangan akademisi dan aktivis hukum. Kritik pun muncul terhadap upaya pengembalian uang yang dilakukan secara tersembunyi, yang dituding sebagai operasi rahasia tanpa transparansi.
Kini, keberlangsungan proses pemakzulan menjadi penentu masa depan politik Ramaphosa. Seorang pejabat dari lembaga pemantau hukum Judges Matter di Universitas Cape Town menyatakan bahwa kemenangan awal oposisi telah melemahkan posisinya secara signifikan, termasuk mengancam stabilitas internal ANC dan prospek kandidat penggantinya. Kasus ini kini menjadi ujian utama bagi integritas kepemimpinan dan sistem demokrasi di Afrika Selatan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Indonesia menegaskan komitmen terhadap perikanan skala kecil dengan perkuatan kebijakan dan program nyata seperti KNMP di forum internasional FAO.
12 September 2026

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Harga beberapa jenis bahan bakar minyak non subsidi di seluruh SPBU di Indonesia mengalami kenaikan mulai 1 September 2026, dengan kenaikan tertinggi pada produk bensin RON 98 dan solar premium.
12 September 2026

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Presiden Prabowo Subianto tiba di New Delhi untuk menghadiri KTT BRICS ke-18, memperkuat posisi Indonesia sebagai anggota baru blok ekonomi global.
12 September 2026

Sinergi Bulog-TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Nasional
Kolaborasi strategis Bulog dan TNI diperkuat untuk menjamin distribusi bantuan pangan kepada 33,2 juta penerima manfaat secara cepat dan merata.
12 September 2026
Berita Lainnya

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Donasi Rp858 Miliar dari Investor Kripto untuk Partai Populis Inggris
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA

Celine Dion Siap Hadirkan 26 Konser di Paris Setelah Pemulihan dari Penyakit Langka
Sabtu, 12 September 2026, 22.23 WITA

Dodhy Umumkan Bubar, Kangen Band Berakhir karena Kekerasan Internal
Sabtu, 12 September 2026, 22.22 WITA

Andika Mahesa Tunggu Penjelasan Resmi soal Pembubaran Kangen Band
Sabtu, 12 September 2026, 22.21 WITA


