Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Andika Mahesa Tunggu Penjelasan Resmi soal Pembubaran Kangen Band

Vokalis Kangen Band, Andika Mahesa, mengaku belum mengetahui alasan pasti pembubaran grup yang diumumkan lewat media sosial oleh pendiri band, Dodhy Hardiyanto.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 22.21 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Andika Mahesa Tunggu Penjelasan Resmi soal Pembubaran Kangen Band📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kabar pembubaran Kangen Band yang dikabarkan melalui unggahan Instagram gitaris sekaligus pendiri grup, Dodhy Hardiyanto, mengguncang publik musik Tanah Air. Andika Mahesa, selaku vokalis utama, mengungkapkan belum mengetahui secara pasti alasan di balik keputusan tersebut. Ia menyatakan bahwa informasi tersebut baru diterima dari media sosial, bukan melalui komunikasi langsung dari internal grup.

Menurut Andika, keputusan untuk menyikapi situasi ini akan diambil setelah adanya pertemuan dengan seluruh personel Kangen Band. Ia menyatakan rencana bertolak ke Jakarta dalam waktu dekat untuk mengadakan diskusi bersama anggota lainnya. “Harus ketemu personel yang lain. Besok kita ketemuan sama anak-anak Kangen Band, gua terbang ke Jakarta, harus duduk bareng,” ujarnya, menegaskan pentingnya konsensus bersama sebelum menyampaikan sikap.

Andika menyatakan belum memahami makna dari pernyataan Dodhy terkait “kezaliman” yang disebut sebagai pemicu pembubaran. Ia menolak mengambil posisi secara sepihak, menekankan bahwa semua pihak harus terlibat dalam proses pemahaman. “Ya gua nyikapin ini mungkin sabar aja dulu sampai dengar semua personel seperti apa. Gua harus menanyakan juga, gak bisa sepihak,” tegasnya.

Pertemuan terakhir Andika dengan anggota lainnya terjadi di Hong Kong sekitar empat hari sebelum pengumuman pembubaran. Sementara itu, Dodhy dalam unggahannya menyatakan secara tegas bahwa Kangen Band resmi bubar karena adanya “kezoliman” yang telah ia pendam selama bertahun-tahun. Ia juga memberikan larangan keras terhadap penggunaan lagu-lagunya oleh mantan anggota atau pihak-pihak terkait.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya