Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Operasi penyelundupan obat penurun berat badan ilegal di Nonthaburi menyita barang bukti senilai Rp27,7 miliar dan mengungkap jaringan daring yang beroperasi selama satu tahun.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Petugas keamanan Thailand berhasil menggagalkan peredaran obat penurun berat badan ilegal setelah menggerebek sebuah rumah kontrakan di distrik Bang Yai, Nonthaburi. Dalam penggerebekan tersebut, disita puluhan ribu pena suntik berisi produk peptida tanpa izin edar bernilai total 52 juta bath (sekitar Rp27,7 miliar). Operasi bermula dari laporan seorang ibu yang khawatir putrinya menggunakan obat diet dari pembelian daring tanpa pengawasan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Thailand, produk yang dijual dengan merek "Haus of Peptides" tidak memiliki registrasi resmi dan dinyatakan sebagai obat ilegal. Penyelidikan menunjukkan bahwa bisnis gelap ini telah berlangsung selama satu tahun, memanfaatkan jaringan pengiriman melalui kurir swasta dan mempekerjakan buruh migran untuk proses pengemasan. Omzet bulanan mencapai 8 juta bath (Rp4,26 miliar) dari penjualan daring yang masif.
Setiap kotak produk berisi satu botol injeksi peptida, air suling, lima jarum insulin 1 ml, petunjuk penggunaan, dan tisu alkohol. Harga per kotak mencapai 2.900 bath (Rp1,54 juta), dengan rata-rata penjualan mencapai 100 unit harian. Polisi menegaskan bahwa penjualan obat modern tanpa izin dapat dikenai sanksi hukum berupa hukuman maksimal lima tahun penjara atau denda hingga 10.000 bath (Rp5,33 juta).
Dokter Spesialis Kesehatan Masyarakat Thailand, Dr. Somruk Jingsaman, menegaskan bahwa obat berbasis agonis reseptor GLP-1 hanya boleh digunakan oleh pasien dengan diagnosis klinis obesitas atau diabetes tipe 2, bukan untuk tujuan kosmetik. Penggunaan tanpa pengawasan medis berisiko tinggi menyebabkan efek samping serius seperti mual, diare, pankreatitis akut, gagal ginjal, depresi, hingga meningkatnya risiko kanker tiroid. Penggunaan mandiri dan tanpa resep dinyatakan sebagai pelanggaran serius terhadap regulasi kesehatan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Mantan diplomat AS Zalmay Khalilzad mengungkap keputusan gegabah pasca 9/11 yang mengubah geopolitik global, termasuk invasi Afghanistan dan Irak yang didasarkan pada intelijen salah.
12 September 2026

Dodhy Umumkan Bubar, Kangen Band Berakhir karena Kekerasan Internal
Gitaris dan pendiri Kangen Band, Dodhy Hardiyanto, mengumumkan pembubaran band secara resmi akibat adanya kezaliman yang dideritanya selama ini.
12 September 2026
Umay Shahab dan Laura Basuki Bicara Misi Film Memburu Pemangsa
Film horor-crime-action Memburu Pemangsa yang dibintangi Umay Shahab dan Laura Basuki mengangkat isu penculikan anak dengan narasi kejahatan tersembunyi di balik kenyataan.
12 September 2026

Pembunuhan Presiden Mesir Akibat Perjanjian Damai dengan Israel
Pembunuhan Presiden Anwar Sadat pada 6 Oktober 1981 terjadi saat ia meresmikan kesepakatan damai dengan Israel dalam parade militer di Kairo, disusupi oleh kelompok radikal yang menolak kebijakan tersebut.
12 September 2026
Berita Lainnya

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA

Donasi Rp858 Miliar dari Investor Kripto untuk Partai Populis Inggris
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA

Sinergi Bulog-TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Nasional
Sabtu, 12 September 2026, 22.31 WITA


