Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Umay Shahab dan Laura Basuki Bicara Misi Film Memburu Pemangsa

Film horor-crime-action Memburu Pemangsa yang dibintangi Umay Shahab dan Laura Basuki mengangkat isu penculikan anak dengan narasi kejahatan tersembunyi di balik kenyataan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 22.21 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Umay Shahab dan Laura Basuki Bicara Misi Film Memburu Pemangsa📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Film Memburu Pemangsa hadir sebagai karya baru yang menggabungkan elemen horor, kriminal, dan aksi, mengangkat realitas kelam tentang penculikan anak dan kekerasan terhadap anak-anak. Melalui cerita yang dibangun secara intens, film ini mengungkapkan bagaimana kejahatan yang terjadi di lapisan masyarakat bisa tersembunyi di balik tindakan yang tampak biasa. Umay Shahab, selaku sutradara dan aktor, menekankan pentingnya menyentuh isu sensitif melalui media film sebagai alat edukasi dan kesadaran publik.

Empat tokoh utama, yang masing-masing merupakan jurnalis dengan keahlian berbeda, berperan dalam mengungkap kasus pembunuhan dan penculikan anak yang terkait dengan praktik kejahatan terstruktur. Salah satu dari mereka, diperankan oleh Laura Basuki, menjadi bagian dari tim investigasi yang berani mengungkap kebenaran di balik kejahatan yang melibatkan unsur supernatural. Perannya tidak hanya menonjol secara akting, tetapi juga menjadi simbol keteguhan dalam mengejar keadilan meski menghadapi ancaman yang mengancam nyawa.

Film ini menampilkan kolaborasi antara Prilly Latuconsina, Yasamin Jasem, dan Taskya Namya dalam membentuk tim investigasi yang solid dan penuh dinamika. Setiap karakter dibangun dengan latar belakang dan kemampuan unik, menciptakan sinergi yang menunjang proses penyelidikan. Dengan narasi yang terstruktur dan alur yang menegangkan, Memburu Pemangsa menawarkan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah kesadaran akan bahaya yang mengintai dalam masyarakat.

Tujuan utama film ini adalah menyentuh perasaan publik terhadap isu anak-anak yang rentan terhadap kekerasan, sekaligus mengingatkan bahwa kejahatan semacam itu bisa terjadi di mana saja. Dengan pendekatan sinematik yang kuat, film ini berharap mampu menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada, peduli, dan aktif melaporkan hal-hal mencurigakan yang mengancam keselamatan anak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya