Pembunuhan Presiden Mesir Akibat Perjanjian Damai dengan Israel
Pembunuhan Presiden Anwar Sadat pada 6 Oktober 1981 terjadi saat ia meresmikan kesepakatan damai dengan Israel dalam parade militer di Kairo, disusupi oleh kelompok radikal yang menolak kebijakan tersebut.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 19.35 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada 6 Oktober 1981, dunia kembali terguncang oleh tragedi politik yang menimpa Mesir. Presiden Anwar Sadat, yang baru saja menandatangani perjanjian damai dengan Israel, tewas dalam aksi pembunuhan berencana saat berada di tribun utama parade militer di Kairo. Acara yang awalnya dimaksudkan sebagai bentuk perayaan atas keberhasilan militer Mesir dalam Perang Yom Kippur 1973, berubah menjadi tempat kejatuhan seorang pemimpin yang dianggap berani namun kontroversial.
Saat iring-iringan kendaraan militer melintas, sebuah truk berhenti tepat di depan tribun. Seorang perwira turun, memberi hormat kepada Sadat, yang kemudian membalas dengan bangkit dari kursinya. Tindakan itu justru menjadi sinyal awal dari serangan brutal. Dalam hitungan detik, tiga granat dilemparkan ke arah tribun, disusul tembakan dari senapan otomatis yang berasal dari truk tersebut. Kekacauan seketika melanda, menyebabkan korban tewas di tempat, termasuk presiden.
Sadat sempat dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi, namun nyawanya tidak tertolong. Ia meninggal pada hari yang sama. Insiden ini menandai akhir dari era diplomasi berani yang digagas Sadat, yang melibatkan perjanjian damai Camp David dengan Perdana Menteri Israel Menachem Begin pada Maret 1979, disaksikan Presiden AS Jimmy Carter. Keputusan tersebut dianggap sebagai terobosan historis, namun juga memicu kemarahan besar di kalangan masyarakat Mesir yang menilai bahwa perdamaian itu mengorbankan perjuangan Palestina.
Pelaku utama serangan adalah Letnan Khalid Islambouli, yang merupakan anggota kelompok radikal Jihad Islam Mesir. Kelompok ini muncul sebagai respons terhadap kebijakan Sadat yang dinilai mengkhianati idealisme anti-zionisme yang telah menjadi dasar politik Mesir sejak berdirinya negara Israel pada 1948. Meski kelompok tersebut sempat ditekan, jaringannya tetap ada, dan Islambouli berhasil melaksanakan aksinya dalam momen paling terbuka dan terlindungi. Ia tertangkap di lokasi kejadian dan kemudian dieksekusi mati pada 15 April 1982.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Mantan diplomat AS Zalmay Khalilzad mengungkap keputusan gegabah pasca 9/11 yang mengubah geopolitik global, termasuk invasi Afghanistan dan Irak yang didasarkan pada intelijen salah.
12 September 2026

Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Operasi penyelundupan obat penurun berat badan ilegal di Nonthaburi menyita barang bukti senilai Rp27,7 miliar dan mengungkap jaringan daring yang beroperasi selama satu tahun.
12 September 2026

Dodhy Umumkan Bubar, Kangen Band Berakhir karena Kekerasan Internal
Gitaris dan pendiri Kangen Band, Dodhy Hardiyanto, mengumumkan pembubaran band secara resmi akibat adanya kezaliman yang dideritanya selama ini.
12 September 2026
Umay Shahab dan Laura Basuki Bicara Misi Film Memburu Pemangsa
Film horor-crime-action Memburu Pemangsa yang dibintangi Umay Shahab dan Laura Basuki mengangkat isu penculikan anak dengan narasi kejahatan tersembunyi di balik kenyataan.
12 September 2026
Berita Lainnya

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA

Donasi Rp858 Miliar dari Investor Kripto untuk Partai Populis Inggris
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA

Sinergi Bulog-TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Nasional
Sabtu, 12 September 2026, 22.31 WITA


