Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dodhy Umumkan Bubar, Kangen Band Berakhir karena Kekerasan Internal

Gitaris dan pendiri Kangen Band, Dodhy Hardiyanto, mengumumkan pembubaran band secara resmi akibat adanya kezaliman yang dideritanya selama ini.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 22.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Dodhy Umumkan Bubar, Kangen Band Berakhir karena Kekerasan Internal📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dodhy Hardiyanto, gitaris sekaligus pendiri Kangen Band, secara tegas mengumumkan berhentinya aktivitas band yang telah berdiri sejak 2005. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menyampaikan keputusan tersebut dengan nada serius, menegaskan bahwa pembubaran dilakukan karena adanya praktik kezaliman yang telah ia rasakan dalam waktu lama. Ia menekankan bahwa keputusan ini bukan tiba-tiba, melainkan hasil dari pematangan hati setelah menahan beban yang berkepanjangan.

Foto lengkap seluruh anggota Kangen Band dipublikasikan dalam bentuk editan dengan tulisan “BUBAR” di bagian bawah, menjadi simbol resmi berakhirnya era band yang telah dikenal dengan lagu-lagu pop melayu khas. Unggahan tersebut telah mendapat lebih dari 11 ribu interaksi dalam waktu singkat, menunjukkan dampak besar dari pernyataan tersebut di kalangan penggemar dan publik musik. Dodhy tidak merinci secara spesifik bentuk kezaliman yang dimaksud, namun konteksnya jelas menunjukkan ketegangan internal yang telah merusak keharmonisan tim.

Sebagai pencipta lagu utama dalam grup, Dodhy juga mengeluarkan peringatan tegas kepada mantan anggota dan pihak penyelenggara acara (EO) terkait penggunaan karya ciptaannya. Ia melarang keras penggunaan lagu-lagu hasil ciptaannya oleh eks anggota band atau pihak yang terlibat dalam proyek musik mereka pasca pembubaran. Ia menegaskan bahwa hak cipta tetap berada di tangannya, dan tidak boleh dimanfaatkan tanpa izin.

Kangen Band, yang dibentuk pada 4 Juli 2005 di Lampung, telah merilis enam album dan 20 single sejak debutnya. Band ini tetap aktif tampil hingga awal 2026, termasuk penampilan di Festival Musik Festacation 1.0 di Bali dan konser internasional di Hong Kong. Keputusan Dodhy untuk menghentikan aktivitas band ini menjadi kejutan besar, mengingat keberlangsungan mereka selama bertahun-tahun dan popularitas yang konsisten di kalangan pecinta musik pop melayu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya