Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Donasi Rp858 Miliar dari Investor Kripto untuk Partai Populis Inggris

Investor kripto Ben Delo menyerahkan donasi sebesar Rp858,6 miliar kepada Reform UK menjelang pemilu 2029, memecahkan rekor sumbangan politik di Inggris.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Donasi Rp858 Miliar dari Investor Kripto untuk Partai Populis Inggris📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Investor asal Inggris, Ben Delo, telah menyumbangkan dana sebesar 36 juta poundsterling—setara Rp858,6 miliar—ke partai politik populis Reform UK dalam upaya mendukung keberlangsungan kampanye menjelang pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada paruh kedua 2029. Donasi ini merupakan yang terbesar dalam sejarah politik Inggris, melampaui sumbangan sebelumnya dari pengusaha John Sainsbury senilai 10 juta poundsterling pada 2022.

Delo, yang merupakan salah satu pendiri platform perdagangan kripto BitMEX, sebelumnya pernah dihukum di Amerika Serikat atas pelanggaran hukum kerahasiaan bank, namun kemudian mendapat pengampunan dari mantan Presiden Donald Trump. Dalam pernyataan tertulis, ia menegaskan bahwa donasi ini dimaksudkan untuk menciptakan kesempatan yang seimbang bagi Reform UK dalam persaingan dengan dua partai utama, Partai Buruh dan Partai Konservatif, yang saat ini mendominasi politik Inggris.

Partai yang dipimpin Nigel Farage ini sebelumnya unggul dalam berbagai survei selama lebih dari setahun, tetapi keunggulannya mulai tergerus akibat sorotan atas praktik penggalangan dana. Salah satu isu yang muncul adalah dugaan keterlibatan dua ajudan senior Farage dalam pengaturan donasi asing untuk memengaruhi hasil jajak pendapat. Farage telah menangguhkan kedua ajudan tersebut, namun tetap menyambut hangat donasi dari Delo sebagai bentuk dukungan terhadap visi partai.

Dalam tulisan opini yang dimuat di media nasional, Delo menekankan perlunya Reform UK fokus pada perencanaan pemerintahan yang matang, bukan hanya mengumpulkan dana. Ia menilai partai ini telah menyusun kebijakan yang lebih serius dibanding Partai Buruh sebelum menang dalam pemilu 2024. Ia juga menyiratkan bahwa keberanian mendukung partai yang berbeda dari arus utama membutuhkan keberanian besar, mengingat reputasi publik yang masih sensitif terhadap kebijakan populis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya