Donasi Rp858 Miliar dari Investor Kripto untuk Partai Populis Inggris
Investor kripto Ben Delo menyerahkan donasi sebesar Rp858,6 miliar kepada Reform UK menjelang pemilu 2029, memecahkan rekor sumbangan politik di Inggris.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Investor asal Inggris, Ben Delo, telah menyumbangkan dana sebesar 36 juta poundsterling—setara Rp858,6 miliar—ke partai politik populis Reform UK dalam upaya mendukung keberlangsungan kampanye menjelang pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada paruh kedua 2029. Donasi ini merupakan yang terbesar dalam sejarah politik Inggris, melampaui sumbangan sebelumnya dari pengusaha John Sainsbury senilai 10 juta poundsterling pada 2022.
Delo, yang merupakan salah satu pendiri platform perdagangan kripto BitMEX, sebelumnya pernah dihukum di Amerika Serikat atas pelanggaran hukum kerahasiaan bank, namun kemudian mendapat pengampunan dari mantan Presiden Donald Trump. Dalam pernyataan tertulis, ia menegaskan bahwa donasi ini dimaksudkan untuk menciptakan kesempatan yang seimbang bagi Reform UK dalam persaingan dengan dua partai utama, Partai Buruh dan Partai Konservatif, yang saat ini mendominasi politik Inggris.
Partai yang dipimpin Nigel Farage ini sebelumnya unggul dalam berbagai survei selama lebih dari setahun, tetapi keunggulannya mulai tergerus akibat sorotan atas praktik penggalangan dana. Salah satu isu yang muncul adalah dugaan keterlibatan dua ajudan senior Farage dalam pengaturan donasi asing untuk memengaruhi hasil jajak pendapat. Farage telah menangguhkan kedua ajudan tersebut, namun tetap menyambut hangat donasi dari Delo sebagai bentuk dukungan terhadap visi partai.
Dalam tulisan opini yang dimuat di media nasional, Delo menekankan perlunya Reform UK fokus pada perencanaan pemerintahan yang matang, bukan hanya mengumpulkan dana. Ia menilai partai ini telah menyusun kebijakan yang lebih serius dibanding Partai Buruh sebelum menang dalam pemilu 2024. Ia juga menyiratkan bahwa keberanian mendukung partai yang berbeda dari arus utama membutuhkan keberanian besar, mengingat reputasi publik yang masih sensitif terhadap kebijakan populis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Ekonom menekankan kewajiban persetujuan multi-instansi dan risiko gagal bayar sebelum DKI Jakarta menerbitkan obligasi daerah.
12 September 2026
Pria 36 Tahun Raih Rp151 Triliun dari Jualan Robot Otomatis
Seorang pria berusia 36 tahun sukses mengumpulkan kekayaan mencapai Rp151 triliun hanya dari penjualan robot otomatis dalam waktu singkat.
12 September 2026

Belanda Pindahkan Cadangan Emas 94 Ton untuk Kesiapsiagaan Krisis
Bank sentral Belanda memindahkan 94 ton emas dari Amerika Utara ke Inggris demi memperkuat respons cepat dalam kondisi darurat global.
12 September 2026

PTPP Tanda Tangani MRA, Langkah Nyata Perkuat Fondasi Keuangan
Penandatanganan Master Restructuring Agreement menjadi tonggak penting dalam transformasi PTPP untuk memperbaiki kesehatan keuangan dan operasional.
12 September 2026
Berita Lainnya

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA

Sinergi Bulog-TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Nasional
Sabtu, 12 September 2026, 22.31 WITA


