Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih

Indonesia menegaskan komitmen terhadap perikanan skala kecil dengan perkuatan kebijakan dan program nyata seperti KNMP di forum internasional FAO.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam forum Komite Perikanan FAO di Roma, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar, berkomitmen penuh terhadap pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan melalui kebijakan strategis yang menekankan perlindungan laut, peningkatan ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan nelayan kecil—yang menjadi tulang punggung produksi perikanan nasional.

Sebanyak 90 persen nelayan di Indonesia beroperasi dalam skala kecil, sehingga penguatan sektor ini menjadi prioritas nasional. Upaya ini dipertegas melalui penyusunan Rencana Aksi Nasional Perikanan Skala Kecil (NPOA-SSF), sebagai implementasi pedoman sukarela FAO. Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara di Asia—bersama Filipina—yang telah menyelesaikan perencanaan aksi nasional ini, menunjukkan kesiapan dalam mendorong tata kelola perikanan yang inklusif dan berkelanjutan.

Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang telah dibangun di 100 desa pada 2025 dan ditargetkan menjangkau 5.000 desa hingga 2029. Program ini tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga meliputi penguatan lembaga nelayan, pendampingan koperasi, akses pasar, peningkatan kapasitas, serta perbaikan rantai nilai hasil tangkapan. Dengan pendekatan terpadu, KNMP menjadi model konkret dalam mewujudkan kebijakan nasional di tingkat masyarakat.

Trenggono menekankan bahwa keberhasilan kebijakan tidak cukup berhenti pada dokumen, tetapi harus dirasakan langsung oleh nelayan. Pengalaman Indonesia dalam menerapkan NPOA-SSF melalui KNMP dinilai relevan sebagai referensi global. Di forum COFI, ia juga menyambut positif agenda Transformasi Biru FAO, yang selaras dengan kebijakan Ekonomi Biru Indonesia dalam memadukan keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya