Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sinergi Bulog-TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Nasional

Kolaborasi strategis Bulog dan TNI diperkuat untuk menjamin distribusi bantuan pangan kepada 33,2 juta penerima manfaat secara cepat dan merata.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 22.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Sinergi Bulog-TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Nasional📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perum Bulog memperkuat kemitraan dengan TNI dalam upaya mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah (BPP) kepada 33,2 juta warga yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 4. Kolaborasi ini dirancang untuk memperluas jangkauan distribusi, khususnya ke daerah terpencil dan terdampak tantangan logistik. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2027, serta mengantisipasi dampak El Nino.

Dalam pertemuan di Markas Besar TNI, Cilangkap, Direktur Utama Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa sinergi dengan TNI menjadi kunci efektivitas distribusi. Ia menegaskan bahwa keterlibatan aparat militer di tingkat daerah akan mempercepat penyaluran beras dari gudang hingga ke tangan penerima manfaat, terutama di wilayah dengan akses terbatas. Koordinasi lintas sektor, menurutnya, menjadi syarat penting agar program ini berjalan lancar dan tepat sasaran.

Total bantuan pangan yang disiapkan mencapai 1 juta ton beras untuk periode Oktober hingga Desember 2026, ditambah 1 juta ton beras SPHP yang akan didistribusikan sejak September 2026 hingga Maret 2027. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan 150 ribu ton jagung SPHP untuk mendukung kebutuhan pakan peternak mikro, baik ayam pedaging maupun ayam petelur. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan strategis di berbagai sektor.

Sebagai bagian dari strategi pemantapan pangan nasional, Bulog juga akan memanfaatkan sekitar 380 ribu ton beras yang berusia lebih dari 10 bulan atau mengalami penurunan mutu untuk diolah menjadi tepung beras. Komoditas ini akan dimanfaatkan sebagai bahan baku oleh industri dan UMKM, sekaligus mendukung program hilirisasi beras. Ahmad Rizal menegaskan bahwa semua kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat rentan, dengan Bulog sebagai pelaksana utama yang berkomitmen menjalankan tugas dengan optimal.

Momen peringatan HUT ke-81 TNI dijadikan momentum untuk memperkokoh semangat gotong royong dalam mendukung program nasional. Dengan memperkuat koordinasi dari tingkat pusat hingga daerah, Bulog dan TNI bertekad memastikan bantuan pangan sampai tepat waktu dan tepat sasaran. Dengan sinergi ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya