Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Belanda Pindahkan Cadangan Emas 94 Ton untuk Kesiapsiagaan Krisis

Bank sentral Belanda memindahkan 94 ton emas dari Amerika Utara ke Inggris demi memperkuat respons cepat dalam kondisi darurat global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 19.38 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Belanda Pindahkan Cadangan Emas 94 Ton untuk Kesiapsiagaan Krisis📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank sentral Belanda, De Nederlandsche Bank (DNB), telah menyelesaikan pemindahan sekitar 94,8 ton emas dari lokasi penyimpanan di Amerika Utara ke Inggris sebagai bagian dari strategi perkuat kesiapan menghadapi krisis ekonomi dan politik global. Langkah ini dilakukan setelah evaluasi menyeluruh terhadap risiko gejolak sistemik yang meningkat dalam dua tahun terakhir. Emas yang dipindahkan merupakan bagian dari total cadangan sebesar 612,4 metrik ton, bernilai 72,2 miliar euro atau sekitar Rp1.473,4 triliun berdasarkan kurs tahun 2025.

Sebelumnya, sebagian besar cadangan emas Belanda disimpan di New York dan Ottawa, Kanada. Kini, sebanyak 27 metrik ton emas telah dipindahkan secara fisik ke brankas militer dekat Zeist, Belanda, sementara sisanya dikelola melalui sistem perdagangan di London. Pemindahan ini bertujuan meningkatkan fleksibilitas dan aksesibilitas aset dalam kondisi krisis, termasuk kemungkinan pembatasan akses atau gangguan logistik di wilayah Amerika Utara.

Gubernur DNB, Olaf Sleijpen, menegaskan bahwa pemindahan ini bukan tanda ancaman, melainkan langkah preventif untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. “Kami tidak mengharapkan keadaan darurat, tetapi kesiapan adalah kunci ketahanan,” ujarnya dalam pernyataan resmi. Ia menekankan bahwa penataan ulang ini meningkatkan likuiditas cadangan emas, memungkinkan respons lebih cepat jika diperlukan.

Emas yang kini disimpan di Bank of England telah memenuhi standar perdagangan internasional, termasuk kualitas dan keamanan tinggi, sehingga dapat dengan mudah diperdagangkan atau digunakan sebagai jaminan dalam situasi kritis. Dengan lokasi strategis di Inggris, akses ke aset tersebut jauh lebih cepat dibandingkan jika masih berada di Amerika Utara, terutama dalam konteks ketegangan geopolitik atau gangguan transportasi lintas benua.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya