Belanda Pindahkan Cadangan Emas 94 Ton untuk Kesiapsiagaan Krisis
Bank sentral Belanda memindahkan 94 ton emas dari Amerika Utara ke Inggris demi memperkuat respons cepat dalam kondisi darurat global.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 19.38 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank sentral Belanda, De Nederlandsche Bank (DNB), telah menyelesaikan pemindahan sekitar 94,8 ton emas dari lokasi penyimpanan di Amerika Utara ke Inggris sebagai bagian dari strategi perkuat kesiapan menghadapi krisis ekonomi dan politik global. Langkah ini dilakukan setelah evaluasi menyeluruh terhadap risiko gejolak sistemik yang meningkat dalam dua tahun terakhir. Emas yang dipindahkan merupakan bagian dari total cadangan sebesar 612,4 metrik ton, bernilai 72,2 miliar euro atau sekitar Rp1.473,4 triliun berdasarkan kurs tahun 2025.
Sebelumnya, sebagian besar cadangan emas Belanda disimpan di New York dan Ottawa, Kanada. Kini, sebanyak 27 metrik ton emas telah dipindahkan secara fisik ke brankas militer dekat Zeist, Belanda, sementara sisanya dikelola melalui sistem perdagangan di London. Pemindahan ini bertujuan meningkatkan fleksibilitas dan aksesibilitas aset dalam kondisi krisis, termasuk kemungkinan pembatasan akses atau gangguan logistik di wilayah Amerika Utara.
Gubernur DNB, Olaf Sleijpen, menegaskan bahwa pemindahan ini bukan tanda ancaman, melainkan langkah preventif untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. “Kami tidak mengharapkan keadaan darurat, tetapi kesiapan adalah kunci ketahanan,” ujarnya dalam pernyataan resmi. Ia menekankan bahwa penataan ulang ini meningkatkan likuiditas cadangan emas, memungkinkan respons lebih cepat jika diperlukan.
Emas yang kini disimpan di Bank of England telah memenuhi standar perdagangan internasional, termasuk kualitas dan keamanan tinggi, sehingga dapat dengan mudah diperdagangkan atau digunakan sebagai jaminan dalam situasi kritis. Dengan lokasi strategis di Inggris, akses ke aset tersebut jauh lebih cepat dibandingkan jika masih berada di Amerika Utara, terutama dalam konteks ketegangan geopolitik atau gangguan transportasi lintas benua.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Ekonom menekankan kewajiban persetujuan multi-instansi dan risiko gagal bayar sebelum DKI Jakarta menerbitkan obligasi daerah.
12 September 2026

Donasi Rp858 Miliar dari Investor Kripto untuk Partai Populis Inggris
Investor kripto Ben Delo menyerahkan donasi sebesar Rp858,6 miliar kepada Reform UK menjelang pemilu 2029, memecahkan rekor sumbangan politik di Inggris.
12 September 2026
Pria 36 Tahun Raih Rp151 Triliun dari Jualan Robot Otomatis
Seorang pria berusia 36 tahun sukses mengumpulkan kekayaan mencapai Rp151 triliun hanya dari penjualan robot otomatis dalam waktu singkat.
12 September 2026

PTPP Tanda Tangani MRA, Langkah Nyata Perkuat Fondasi Keuangan
Penandatanganan Master Restructuring Agreement menjadi tonggak penting dalam transformasi PTPP untuk memperbaiki kesehatan keuangan dan operasional.
12 September 2026
Berita Lainnya

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA

Sinergi Bulog-TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Nasional
Sabtu, 12 September 2026, 22.31 WITA


