Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harga BBM Subsidi Tetap Stabil Hingga Akhir 2026

Pertamina memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026 sesuai kebijakan pemerintah, meski terjadi fluktuasi harga minyak global dan nilai tukar rupiah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 15.37 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
Harga BBM Subsidi Tetap Stabil Hingga Akhir 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap stabil hingga akhir tahun 2026, sesuai arahan pemerintah. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas harga energi dan melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian harga minyak dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Pemantapan harga BBM subsidi dilakukan tanpa penyesuaian meskipun terjadi perubahan pada sejumlah komponen penentu harga, seperti harga minyak mentah global dan perkembangan kurs mata uang asing. Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah untuk menjaga kestabilan ekonomi sekaligus memastikan akses energi bagi masyarakat luas.

Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi atau BBM Jenis Umum (JBU), penetapan harga tetap mengacu pada formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Perubahan harga JBU akan dilakukan secara berkala sesuai dengan mekanisme yang berlaku, tanpa intervensi langsung dari perusahaan.

VP Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa perusahaan akan terus menjalankan kebijakan pemerintah secara konsisten. “Kami mengikuti arahan pemerintah dalam penentuan harga BBM. Meskipun terjadi fluktuasi pada parameter pembentuk harga, untuk BBM bersubsidi tidak ada kenaikan hingga akhir 2026. Sedangkan untuk JBU, harga tetap mengikuti formula yang berlaku,” ujar dia dalam siaran pers.

Pertamina Patra Niaga juga menegaskan komitmennya terhadap penyaluran BBM yang merata dan berkelanjutan, demi memenuhi kebutuhan energi masyarakat secara optimal. Dengan harga tetap stabil, diharapkan masyarakat dapat merencanakan pengeluaran energi secara lebih efisien tanpa kekhawatiran kenaikan harga mendadak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya