Harga BBM Subsidi Tetap Stabil Hingga Akhir 2026
Pertamina memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026 sesuai kebijakan pemerintah, meski terjadi fluktuasi harga minyak global dan nilai tukar rupiah.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 15.37 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap stabil hingga akhir tahun 2026, sesuai arahan pemerintah. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas harga energi dan melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian harga minyak dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Pemantapan harga BBM subsidi dilakukan tanpa penyesuaian meskipun terjadi perubahan pada sejumlah komponen penentu harga, seperti harga minyak mentah global dan perkembangan kurs mata uang asing. Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah untuk menjaga kestabilan ekonomi sekaligus memastikan akses energi bagi masyarakat luas.
Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi atau BBM Jenis Umum (JBU), penetapan harga tetap mengacu pada formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Perubahan harga JBU akan dilakukan secara berkala sesuai dengan mekanisme yang berlaku, tanpa intervensi langsung dari perusahaan.
VP Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa perusahaan akan terus menjalankan kebijakan pemerintah secara konsisten. “Kami mengikuti arahan pemerintah dalam penentuan harga BBM. Meskipun terjadi fluktuasi pada parameter pembentuk harga, untuk BBM bersubsidi tidak ada kenaikan hingga akhir 2026. Sedangkan untuk JBU, harga tetap mengikuti formula yang berlaku,” ujar dia dalam siaran pers.
Pertamina Patra Niaga juga menegaskan komitmennya terhadap penyaluran BBM yang merata dan berkelanjutan, demi memenuhi kebutuhan energi masyarakat secara optimal. Dengan harga tetap stabil, diharapkan masyarakat dapat merencanakan pengeluaran energi secara lebih efisien tanpa kekhawatiran kenaikan harga mendadak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Ekonom menekankan kewajiban persetujuan multi-instansi dan risiko gagal bayar sebelum DKI Jakarta menerbitkan obligasi daerah.
12 September 2026

Donasi Rp858 Miliar dari Investor Kripto untuk Partai Populis Inggris
Investor kripto Ben Delo menyerahkan donasi sebesar Rp858,6 miliar kepada Reform UK menjelang pemilu 2029, memecahkan rekor sumbangan politik di Inggris.
12 September 2026
Pria 36 Tahun Raih Rp151 Triliun dari Jualan Robot Otomatis
Seorang pria berusia 36 tahun sukses mengumpulkan kekayaan mencapai Rp151 triliun hanya dari penjualan robot otomatis dalam waktu singkat.
12 September 2026

Belanda Pindahkan Cadangan Emas 94 Ton untuk Kesiapsiagaan Krisis
Bank sentral Belanda memindahkan 94 ton emas dari Amerika Utara ke Inggris demi memperkuat respons cepat dalam kondisi darurat global.
12 September 2026
Berita Lainnya

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA

Sinergi Bulog-TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Nasional
Sabtu, 12 September 2026, 22.31 WITA


