Pasangan Buronan Bank dari 1913 Ditangkap di Hong Kong
Seorang mantan pejabat bank Belanda dan istrinya ditangkap di Hong Kong setelah kabur dari pengadilan di Hindia Belanda karena mencuri uang nasabah senilai hampir Rp88 miliar dalam nilai saat ini.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 19.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada awal abad ke-20, sebuah kasus pencurian uang nasabah di Batavia mencuat sebagai salah satu kejahatan ekonomi paling besar dalam sejarah kolonial Hindia Belanda. A.M. Sonneveld, mantan perwira Tentara Hindia Belanda yang kemudian menjabat kepala bagian di Nederlandsch Indie Escompto Maatschappij, diduga menggelapkan dana nasabah sebesar 122 ribu gulden—nilai yang setara dengan 73 kilogram emas pada masa itu, atau sekitar Rp87,6 miliar jika dihitung berdasarkan harga emas tahun 2024.
Gaya hidup mewah Sonneveld dan istrinya menjadi perbincangan publik, terutama karena sering menghadiri acara malam di Societeit Harmoni, tempat hiburan mewah di pusat kota. Mereka berfoya-foya tanpa batas, menikmati makanan mahal dan perjalanan ke luar kota, tanpa diketahui publik asal-usul kekayaan mereka. Namun, semua berubah ketika media massa pada September 1913 mulai melaporkan dugaan penyelewengan di dalam bank yang diketahui melibatkan Sonneveld.
Setelah investigasi internal bank mengungkap transaksi mencurigakan, Sonneveld dan istrinya memilih melarikan diri sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Mereka kabur dari Batavia ke Bandung menggunakan kereta api dari Meester Cornelis, lalu melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Dalam perjalanan, Sonneveld menyebut tujuan perjalanannya ke Hong Kong untuk studi banding di cabang bank, tetapi temannya menyadari itu hanya alibi dan melaporkan ke polisi. Informasi ini cepat ditindaklanjuti, dan polisi Hindia Belanda menghubungi otoritas Hong Kong.
Hasilnya, pasangan itu ditangkap tak lama setelah tiba di Hong Kong dan diekstradisi kembali ke Hindia Belanda. Tas yang mereka bawa berisi sisa uang hasil kejahatan turut disita. Di pengadilan, Sonneveld mengakui perbuatannya demi membiayai gaya hidup glamor, sementara istrinya dihukum tiga bulan di hotel prodeo karena mengetahui dan membantu menutupi kejahatan suaminya. Kasus ini menjadi salah satu pelanggaran keuangan paling terkenal di dekade 1910-an.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Mantan diplomat AS Zalmay Khalilzad mengungkap keputusan gegabah pasca 9/11 yang mengubah geopolitik global, termasuk invasi Afghanistan dan Irak yang didasarkan pada intelijen salah.
12 September 2026

Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Operasi penyelundupan obat penurun berat badan ilegal di Nonthaburi menyita barang bukti senilai Rp27,7 miliar dan mengungkap jaringan daring yang beroperasi selama satu tahun.
12 September 2026

Dodhy Umumkan Bubar, Kangen Band Berakhir karena Kekerasan Internal
Gitaris dan pendiri Kangen Band, Dodhy Hardiyanto, mengumumkan pembubaran band secara resmi akibat adanya kezaliman yang dideritanya selama ini.
12 September 2026
Umay Shahab dan Laura Basuki Bicara Misi Film Memburu Pemangsa
Film horor-crime-action Memburu Pemangsa yang dibintangi Umay Shahab dan Laura Basuki mengangkat isu penculikan anak dengan narasi kejahatan tersembunyi di balik kenyataan.
12 September 2026
Berita Lainnya

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA

Donasi Rp858 Miliar dari Investor Kripto untuk Partai Populis Inggris
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA

Sinergi Bulog-TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Nasional
Sabtu, 12 September 2026, 22.31 WITA


