Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pasangan Buronan Bank dari 1913 Ditangkap di Hong Kong

Seorang mantan pejabat bank Belanda dan istrinya ditangkap di Hong Kong setelah kabur dari pengadilan di Hindia Belanda karena mencuri uang nasabah senilai hampir Rp88 miliar dalam nilai saat ini.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 19.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pasangan Buronan Bank dari 1913 Ditangkap di Hong Kong📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada awal abad ke-20, sebuah kasus pencurian uang nasabah di Batavia mencuat sebagai salah satu kejahatan ekonomi paling besar dalam sejarah kolonial Hindia Belanda. A.M. Sonneveld, mantan perwira Tentara Hindia Belanda yang kemudian menjabat kepala bagian di Nederlandsch Indie Escompto Maatschappij, diduga menggelapkan dana nasabah sebesar 122 ribu gulden—nilai yang setara dengan 73 kilogram emas pada masa itu, atau sekitar Rp87,6 miliar jika dihitung berdasarkan harga emas tahun 2024.

Gaya hidup mewah Sonneveld dan istrinya menjadi perbincangan publik, terutama karena sering menghadiri acara malam di Societeit Harmoni, tempat hiburan mewah di pusat kota. Mereka berfoya-foya tanpa batas, menikmati makanan mahal dan perjalanan ke luar kota, tanpa diketahui publik asal-usul kekayaan mereka. Namun, semua berubah ketika media massa pada September 1913 mulai melaporkan dugaan penyelewengan di dalam bank yang diketahui melibatkan Sonneveld.

Setelah investigasi internal bank mengungkap transaksi mencurigakan, Sonneveld dan istrinya memilih melarikan diri sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Mereka kabur dari Batavia ke Bandung menggunakan kereta api dari Meester Cornelis, lalu melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Dalam perjalanan, Sonneveld menyebut tujuan perjalanannya ke Hong Kong untuk studi banding di cabang bank, tetapi temannya menyadari itu hanya alibi dan melaporkan ke polisi. Informasi ini cepat ditindaklanjuti, dan polisi Hindia Belanda menghubungi otoritas Hong Kong.

Hasilnya, pasangan itu ditangkap tak lama setelah tiba di Hong Kong dan diekstradisi kembali ke Hindia Belanda. Tas yang mereka bawa berisi sisa uang hasil kejahatan turut disita. Di pengadilan, Sonneveld mengakui perbuatannya demi membiayai gaya hidup glamor, sementara istrinya dihukum tiga bulan di hotel prodeo karena mengetahui dan membantu menutupi kejahatan suaminya. Kasus ini menjadi salah satu pelanggaran keuangan paling terkenal di dekade 1910-an.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya