Harga Pertamax dan BBM Nonsubsidi Tetap Sesuai Aturan Pemerintah
Pertamina menegaskan harga Pertamax dan BBM nonsubsidi tetap mengacu pada formula pemerintah, meski fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terus berlangsung.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 19.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertamina Patra Niaga menegaskan kembali bahwa penetapan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax dan Pertamina Dex, tetap mengikuti mekanisme yang ditetapkan oleh pemerintah. Keputusan ini diambil sebagai respons atas dinamika pasar global, terutama fluktuasi harga minyak dunia dan volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih tinggi. Perusahaan menegaskan tidak melakukan penyesuaian harga secara mandiri, melainkan menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah.
Dalam keterangan resmi, VP Communication Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa untuk BBM bersubsidi, harga tetap tidak naik hingga akhir tahun 2026 sesuai arahan pemerintah. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas harga bagi masyarakat yang bergantung pada BBM bersubsidi. Sementara untuk BBM nonsubsidi atau Jenis BBM Umum (JBU), penetapan harga tetap mengacu pada formula yang telah ditetapkan, termasuk faktor-faktor seperti harga minyak mentah dunia, kurs mata uang, dan biaya transportasi.
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa jika tidak ada penurunan signifikan pada harga minyak dunia, harga BBM nonsubsidi diperkirakan berada dalam kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter. Pernyataan ini disampaikan dalam acara media gathering di Yogyakarta, di mana ia menyoroti dampak konflik geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah dan gangguan jalur maritim seperti Selat Hormuz, yang berpengaruh terhadap pasokan dan harga minyak global.
Hingga hari Jumat (11/9), harga minyak mentah Brent mencapai US$108,68 per barel, naik sekitar 1 persen dari sebelumnya, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$103,45 per barel. Kedua acuan global tersebut mengalami kenaikan hampir 13 persen dalam sepekan terakhir. Eko menyebut harapan terhadap penurunan harga minyak ke level US$60–US$70 per barel masih belum terwujud, dan pergerakan harga tetap dipengaruhi oleh perkembangan situasi internasional.
Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa seluruh kebijakan penyesuaian harga dan distribusi BBM akan terus dilakukan sesuai ketentuan pemerintah. Perusahaan berkomitmen menjaga konsistensi dan transparansi dalam penyaluran energi kepada masyarakat, tanpa melakukan aksi yang menyimpang dari aturan yang berlaku.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Ekonom menekankan kewajiban persetujuan multi-instansi dan risiko gagal bayar sebelum DKI Jakarta menerbitkan obligasi daerah.
12 September 2026

Donasi Rp858 Miliar dari Investor Kripto untuk Partai Populis Inggris
Investor kripto Ben Delo menyerahkan donasi sebesar Rp858,6 miliar kepada Reform UK menjelang pemilu 2029, memecahkan rekor sumbangan politik di Inggris.
12 September 2026
Pria 36 Tahun Raih Rp151 Triliun dari Jualan Robot Otomatis
Seorang pria berusia 36 tahun sukses mengumpulkan kekayaan mencapai Rp151 triliun hanya dari penjualan robot otomatis dalam waktu singkat.
12 September 2026

Belanda Pindahkan Cadangan Emas 94 Ton untuk Kesiapsiagaan Krisis
Bank sentral Belanda memindahkan 94 ton emas dari Amerika Utara ke Inggris demi memperkuat respons cepat dalam kondisi darurat global.
12 September 2026
Berita Lainnya

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA

Sinergi Bulog-TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Nasional
Sabtu, 12 September 2026, 22.31 WITA


