Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harga Pertamax dan BBM Nonsubsidi Tetap Sesuai Aturan Pemerintah

Pertamina menegaskan harga Pertamax dan BBM nonsubsidi tetap mengacu pada formula pemerintah, meski fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terus berlangsung.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 19.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Harga Pertamax dan BBM Nonsubsidi Tetap Sesuai Aturan Pemerintah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertamina Patra Niaga menegaskan kembali bahwa penetapan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax dan Pertamina Dex, tetap mengikuti mekanisme yang ditetapkan oleh pemerintah. Keputusan ini diambil sebagai respons atas dinamika pasar global, terutama fluktuasi harga minyak dunia dan volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih tinggi. Perusahaan menegaskan tidak melakukan penyesuaian harga secara mandiri, melainkan menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah.

Dalam keterangan resmi, VP Communication Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa untuk BBM bersubsidi, harga tetap tidak naik hingga akhir tahun 2026 sesuai arahan pemerintah. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas harga bagi masyarakat yang bergantung pada BBM bersubsidi. Sementara untuk BBM nonsubsidi atau Jenis BBM Umum (JBU), penetapan harga tetap mengacu pada formula yang telah ditetapkan, termasuk faktor-faktor seperti harga minyak mentah dunia, kurs mata uang, dan biaya transportasi.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa jika tidak ada penurunan signifikan pada harga minyak dunia, harga BBM nonsubsidi diperkirakan berada dalam kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter. Pernyataan ini disampaikan dalam acara media gathering di Yogyakarta, di mana ia menyoroti dampak konflik geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah dan gangguan jalur maritim seperti Selat Hormuz, yang berpengaruh terhadap pasokan dan harga minyak global.

Hingga hari Jumat (11/9), harga minyak mentah Brent mencapai US$108,68 per barel, naik sekitar 1 persen dari sebelumnya, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$103,45 per barel. Kedua acuan global tersebut mengalami kenaikan hampir 13 persen dalam sepekan terakhir. Eko menyebut harapan terhadap penurunan harga minyak ke level US$60–US$70 per barel masih belum terwujud, dan pergerakan harga tetap dipengaruhi oleh perkembangan situasi internasional.

Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa seluruh kebijakan penyesuaian harga dan distribusi BBM akan terus dilakukan sesuai ketentuan pemerintah. Perusahaan berkomitmen menjaga konsistensi dan transparansi dalam penyaluran energi kepada masyarakat, tanpa melakukan aksi yang menyimpang dari aturan yang berlaku.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya