Taylor Swift Jadi Inspirasi Nama Serangga Baru di Australia
Nama Taylor Swift diabadikan dalam penamaan genus dan empat spesies serangga baru dari Australia, berkat inisiatif peneliti yang ingin tingkatkan kesadaran konservasi serangga.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 19.24 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebuah temuan ilmiah terbaru menghadirkan penghormatan unik kepada musisi global Taylor Swift, dengan namanya menjadi dasar penamaan genus dan empat spesies serangga baru yang berasal dari Australia. Penelitian yang dipimpin oleh tim dari University of California, Riverside (UCR), mengungkapkan 12 spesies baru dari famili Miridae, yang secara khusus diberi nama terinspirasi dari nama sang penyanyi dan judul album populer miliknya.
Genus baru yang diberi nama Swiftiephylus menjadi simbol pengakuan terhadap komunitas penggemar bernama Swiftie, sementara empat spesiesnya diidentifikasi dengan nama Taylorae, Amator, Intrepidus, dan Poetorum, masing-masing mengacu pada lagu dan album seperti *Lover*, *Fearless*, dan *The Tortured Poets Department*. Pemilihan nama ini bukan sekadar ekspresi fandom, melainkan strategi komunikasi ilmiah untuk menarik perhatian publik terhadap pentingnya keanekaragaman hayati.
Peneliti utama, Sarah Schroeder, yang merupakan kandidat doktor entomologi, menjelaskan bahwa pilihan nama ini lahir dari kecintaannya terhadap karya Taylor Swift. Ia berharap penggunaan nama populer dapat memicu minat masyarakat terhadap serangga—yang sering diabaikan—dan mendorong aksi perlindungan terhadap spesies yang rentan punah. Selain alasan ilmiah, penampilan serangga juga turut memengaruhi keputusan penamaan, dengan warna tubuh kuning pucat dan merah yang dikaitkan dengan rambut pirang dan lipstik ikonik Taylor Swift.
Serangga tersebut ditemukan di habitat pohon she-oak khas Australia dan tidak berbahaya bagi manusia maupun satwa lain. Meskipun spesimen telah dikumpulkan antara tahun 1995 hingga 2004 melalui kerja sama antara American Museum of Natural History dan peneliti Australia, baru kini hasil identifikasi taksonomi resmi dilakukan. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal *Insect Systematics and Evolution*, menandai peran penting ilmuwan dalam menghubungkan budaya pop dengan kelestarian alam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Celine Dion Siap Hadirkan 26 Konser di Paris Setelah Pemulihan dari Penyakit Langka
Penyanyi legendaris Celine Dion kembali tampil di panggung setelah hiatus panjang akibat Stiff Person Syndrome, dengan residensi 26 pertunjukan di Paris mulai 12 September 2026.
12 September 2026

Andika Mahesa Tunggu Penjelasan Resmi soal Pembubaran Kangen Band
Vokalis Kangen Band, Andika Mahesa, mengaku belum mengetahui alasan pasti pembubaran grup yang diumumkan lewat media sosial oleh pendiri band, Dodhy Hardiyanto.
12 September 2026

Dodhy Umumkan Bubar, Larang Eks Anggota Bawakan Lagu Ciptaannya
Gitaris dan pendiri Kangen Band, Dodhy Hardiyanto, mengumumkan pembubaran band melalui media sosial dengan larangan keras bagi eks personel membawakan lagu ciptaannya.
12 September 2026

Kangen Band Resmi Bubar Setelah 21 Tahun Berkarier
Gitaris Dodhy Hardiyanto mengumumkan pembubaran Kangen Band melalui media sosial, menutup era musik pop melayu yang memikat generasi 2000-an.
12 September 2026
Berita Lainnya

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA


